Jumat, 26 Februari 2021 01:44

Peringati Hari Batik Nasional, UMKM Lochatara Produksi Batik dari Bahan Alam Nonkimia

Jumat, 02 Oktober 2020 19:14 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Peringati Hari Batik Nasional, UMKM Lochatara Produksi Batik dari Bahan Alam Nonkimia
Batik yang menggunakan bahan dari alam. (foto: ist.)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Dengan mengambil tema batik kembali ke alam, UMKM Batik Lochatara yang beralamat di Jalan Kenanga Desa Jajar, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, berinovasi membuat motif yang menarik dan indah dengan menggunakan bahan alam. Motif batik ini diciptakan untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober ini.

Beberapa bahan alam tersebut antara lain, akar mengkudu, daun jati, secang, dan juga batang mahoni.

Penggunaan bahan pewarna alam di tahun 2020 paling banyak dicari oleh masyarakat. Selain warna dihasilkan lebih lembut dan soft, bahan-bahan tersebut juga mudah didapatkan dan lebih murah, jika dibandingkan dengan menggunakan pewarna sintetis atau kimia.

Menurut Hery Setiawan, pemilik Galery Batik Lochatara, penggunaan bahan dasar dari alam sudah diaplikasikan di beberapa motif Batik Lochatara yang bertemakan Alam Khadiri. Seperti Batik Mangga Podang, Batik Simpang Lima Gumul, dan Batik Kesenian Jaranan. Hal tersebut dilakukan untuk memperkenalkan potensi daerah agar masyarakat luas mengetahui keunikan Kabupaten Kediri.

"Kita membuat motif-motif yang ada di area Kabupaten Kediri seperti kekayaan alam ataupun budaya yang ada karena memang saat ini yang lagi booming batik dengan pewarna alam," ucap Hery.

Meskipun lebih rumit dibandingkan dengan bahan sintetis kimia, namun penggunaan bahan alam bisa menghasilkan warna yang lebih pekat dan terlihat natural. "Dari segi kualitas alam dan kimia, pengerjaan keduanya hampir sama. Cuma warna alam tidak bisa secerah menggunakan bahan kimia," imbuh Hery.

Untuk harga jual batik dari bahan alam tidak jauh berbeda dengan harga jual batik dari bahan sintesis. Yakni di kisaran Rp 150.000 hingga Rp 400.000, tergantung tingkat kerumitan motif serta tingkat kepekatan warna yang diminta konsumen. Untuk waktu pengerjaan batik cap bahan alam, membutuhkan waktu hingga 2 hari, sedangkan batik sintetis hanya sehari.

Selain membuat motif Mangga Podang, Jaranan, dan juga SLG, dalam waktu dekat UMKM Batik Lochatara akan me-launching batik yang belum pernah dibuat oleh UMKM batik lainnya. "Yang terbaru dengan motif Bumi Kadhiri dengan penambahan gambar Gunung Kelud berasap akan kita launching dalam waktu dekat," tutup Hery.

Sementara itu salah seorang pecinta batik, Mohammad Aji dari Desa Pagu, Kecamatan Wates mengakui batik dengan pewarna alam menghasilkan motif yang lebih kalem, sehingga bisa dipakai untuk semua umur.

"Sepintas jika dilihat tidak ada perbedaan yang mencolok dengan batik pewarna sintetis pada umumnya. Namun jika dicermati, warna yang dihasilkan beda dengan tingkat kepekatan lebih tajam," ujar Aji. (adv/kominfo)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Kamis, 25 Februari 2021 07:52 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dahlan Iskan, wartawan kondang ini memang punya wawasan luas tentang ekonomi. Maklum, ia punya background sebagai pengusaha sukses. Bahkan mantan menteri BUMN. Maka ketika menulis tentang revaluasi aset negara sangat...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 20 Februari 2021 09:40 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...