Jumat, 27 November 2020 21:47

Mengaku Sering Dimaki dan Diumpat, Polda Jatim Dalami Pengunduran Diri Kasat Sabhara Polres Blitar

Kamis, 01 Oktober 2020 20:57 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Anatasia Novarina
Mengaku Sering Dimaki dan Diumpat, Polda Jatim Dalami Pengunduran Diri Kasat Sabhara Polres Blitar
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengomentari terkait surat pengunduran diri yang disampaikan Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo sebagai anggota kepolisian.

"Polda Jatim baru sebatas menerima adanya laporan tersebut untuk kemudian dilakukan pendalaman keterangannya. Terkait permintaan yang bersangkutan, merupakan hak yang bersangkutan AKP Agus Tri," ujar Kombes Pol Truno saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Kamis (1/10).

Pihaknya pun mempunyai aturan atau syarat-syarat tertentu untuk pengunduran diri sebagai anggota polisi

"Namun dengan syarat-syarat yang telah ditentukan secara administrasi, masa dinas yang terpenuhi sekurang-kurangnya 20 tahun masa mengabdi. Dan terpenting adalah persetujuan pimpinannya (atasan langsung/ankum)," pungkas perwira melati tiga ini.

Perlu diketahui, AKP Agus datang ke Mapolda Jatim dengan membawa surat pengunduran diri yang dia tujukan ke Kapolda Jatim dengan tembusan ke Kapolri.

Alasan pengunduran diri tersebut karena tidak terima dengan perlakuan arogansi Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Prasetyo kepada anak buahnya. “Alasan saya mengundurkan diri karena saya tidak terima. Hati saya tidak bisa menerima selaku manusia dengan arogansi kapolres saya. Sebenarnya saya ini sudah akumulasi dari senior saya, akumulasi kasat yang lain,” ujarnya.

Menurut Agus, polisi dalam bertugas memang tidak selalu sempurna, pasti ada kesalahan yang dilakukan. Namun tak serta merta ditegur dengan mengeluarkan kata kotor dan umpatan kepada anggotanya.

“Namanya manusia tentu ada kelebihan dan kekurangan. Setiap beliau marah, ada yang tidak cocok itu maki-makian kasar yang diucapkan. Mohon maaf, kadang sampai menyebut binatang, bajingan, dan lain-lain. Yang terakhir, sama saya sebenarnya tidak separah itu. Hanya mengatakan bencong, tidak berguna, banci, lemah, dan lain-lain,” ungkap Agus.

Hal tersebut, lanjut Agus, bukan mencerminkan perilaku polisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Bahkan, Agus menyebut kapolres sering mencopot jabatan seorang anggota jika ada yang melakukan kesalahan tanpa dilakukan pembinaan. 

“Yang jelas iya (ada tekanan psikis). Kita kan sudah sama-sama bekerja setiap hari siang dan malam demi masyarakat kita dalam memutus mata rantai COVID-19,” ujar Agus.

“Bahkan, kapolres tidak ada arahan apapun. Tapi jika tidak benar langsung seperti itu. Sebenernya kan kalau salah dibina, bukan dimaki terus-terusan. Kadang main copot jabatan. Emangnya kalau copot orang itu bisa lebih baik? Belum tentu kan?,” pungkasnya. (ana/ian) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB
Oleh: M. Mas’ud Adnan --- Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma k...
Minggu, 22 November 2020 21:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Jumat, 06 November 2020 10:34 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...