Senin, 10 Mei 2021 02:53

​Atasi Sampah Popok Sungai Brantas, Khofifah Apresiasi Kolaborasi Muslimat NU Surabaya-Common Seas

Senin, 21 September 2020 21:12 WIB
Editor: Tim
​Atasi Sampah Popok Sungai Brantas, Khofifah Apresiasi Kolaborasi Muslimat NU Surabaya-Common Seas
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (tengah). (foto: ist).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberi apresiasi Muslimat NU Surabaya yang telah membangun kolaborasi dengan Common Seas Indonesia mengatasi sampah popok di Sungai Brantas dengan memperkenalkan popok yang dapat digunakan kembali. Popok pakai ulang ini mampu mereduksi jumlah sampah popok yang selama ini mencemari Sungai Brantas.

Common Seas sendiri adalah sebuah organisasi nirlaba asal Bristol, Inggris yang bekerja untuk mengurangi sampah plastik atau polusi sampah plastik di kawasan perairan dunia.

“Akibat sampah popok bayi, air Sungai Brantas semakin keruh dan saat musim kemarau terkadang berbau tidak sedap. Hal ini sangat disayangkan, terlebih air Sungai Brantas merupakan bahan baku PDAM yang menyalurkan air bagi warga di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Senin (21/9/2020).

Khofifah mengatakan, sedikitnya terdapat 16 juta jiwa atau sekitar 43% warga Jatim yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Brantas. Tercatat ada 808.382 bayi yang berusia 0-4 tahun ada di 15 kabupaten-kota yang dilewati Brantas. Sehingga diperkirakan ada sekitar 3,2 juta popok sekali pakai dikonsumsi setiap harinya dan sebagian besar berpotensi dibuang ke Sungai Brantas.

BACA JUGA : 

Kunjungi Asrama Haji Surabaya, Gubernur Khofifah Maksimalkan Layanan Kepulangan Pekerja Migran

Cegah ASN Mudik Lebaran, Pemprov Jatim Turunkan Tim Pemantau di Titik Penyekatan

RUPS TB 2020 Bank Jatim, ​Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Percepatan Digitalisasi Keuangan

Laporan RUPST TB 2020, Kinerja Bank Jatim Tumbuh di Atas Rata-Rata

“Ini menjadi persoalan serius karena sampah popok mencemari baku air minum karena mengandung bakteri e-coli. Belum lagi, bahan baku popok yang terbuat dari plastik. Plastik itu sulit diuraikan,” tuturnya.

Khofifah menyebut, popok pakai ulang hasil kerja sama Muslimat NU dan Common Seas ini berbahan kain namun memiliki harga yang terjangkau dan memenuhi kebutuhan akan prinsip kepraktisan.

Popok ini diproduksi oleh ibu-ibu Muslimat NU yang memiliki keterampilan menjahit. Harapannya, dengan penggunaan popok pakai ulang ini mampu mereduksi dan menekan laju sampah popok sekali pakai di Sungai Brantas.

“Ada 3 kecamatan yang menjadi pilot project penggunaan popok ini. Semoga dalam kurun waktu dua tahun ke depan, program ini mampu mengurangi 1.350.500 popok sekali pakai yang mencemari lingkungan kita dan ibu-ibu akan mampu menghemat pengeluarannya minimal Rp 5.840.000 dari yang kebiasaan untuk membeli popok sekali pakai,” beber Khofifah.

Khofifah menambahkan, ia berharap produk popok ini bisa diterima dengan baik oleh pasar. Ke depan, Muslimat NU akan menambah besaran kapasitas produksi dan berinovasi dengan menambah varian produk, sehingga memberi kemanfaatan ekonomi bagi masyarakat.

“Kehadiran produk ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Terlebih tenaga produksinya adalah ibu-ibu,” pungkasnya. (tim)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...