Warga saat mengambil air bersih.
Pada 2019 lalu, terdapat program Pemerintah berupa Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), yang berada di wilayah tersebut. Saat dilakukan uji coba, air mengalir dengan lancar. Namun usai diresmikan oleh Bupati Jombang, aliran air justru tersendat.
Sementara, Sekretaris Desa Ngrimbi, Sucipto mengakui, dua bulan terakhir warga di Dusun Wonorejo kesulitan mendapatkan air. Sumber air melalui Pamsimas yang biasa dimanfaatkan warga tidak berfungsi dengan baik.
“Sejak dibangun Pamsimas, debit airnya terus berkurang sampai saat ini. Sehingga mulai bulan Juli Dusun Wonorejo ini kekurangan air. Kami kemudian mengirimkan air bersih dua hari sekali. Air yang dikirim ke warga itu sebanyak 4 ribu liter diambilkan dari Dusun Kopen. Terkadang Pemdes juga meminta kiriman air dari BPBD Jombang,” terangnya.
Pemdes setempat berharap, kondisi yang dialami warganya tersebut kembali mendapat perhatian pemerintah daerah. Ia meminta ada bantuan pengeboran sumur lagi. Sebab, sumur bor yang saat ini ada hanya sedalam 100 meter. Karena itu, debit air tidak bisa mencukupi kebutuhan warga.
“Harapan dari pemdes itu minta bantuan ke Dinas Perkim (Perumahan dan pemukiman). Harapan saya supaya dikasih bantuan lagi, agar warga dapat bantuan sumur bor lagi,” pungkas Sucipto. (aan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




