Rabu, 21 April 2021 14:46

Inspiratif, Daftarkan Haji Ibunda, Pengamen di Probolinggo Diapresiasi Gubernur Jatim

Minggu, 13 September 2020 20:33 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Andi Sirajudin
Inspiratif, Daftarkan Haji Ibunda, Pengamen di Probolinggo Diapresiasi Gubernur Jatim
Kadinsos Jatim saat memberikan bantuan dari Gubenur Jatim ke rumah Pengamen Naik Haji.

PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi tekad bulat pengamen asal Probolinggo, Slamet Effendy (30) warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo yang mendaftar haji bersama ibunya dari hasil mengamen.

Kegigihan anak semata wayang Atmina ini pun menuai apresiasi dari semua kalangan, termasuk dalam hal ini Gubenur Khofifah melalui Dinas Sosial (Dinsos) Pemprov Jatim dengan memberikan bantuan.

Bersama dengan pilar-pilar kesejahteraan sosial, Khofifah berkoordinasi dengan Dinsos Kabupaten Probolinggo memberikan bantuan sembako dan bakti sosial berupa pemugaran dapur rumah Slamet Effendy.

Bantuan sembako dan pemugaran dapur rumah ini diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui pilar-pilar sosial, TKSK, PKH, dan Tagana.

BACA JUGA : 

Diminta Khofifah Desain Masjid Islamic Centre Jatim, Kang Emil Sanggup Desainkan Paling Keren

Gubernur Khofifah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Korban Gempa di Jogomulyan

Terima Bantuan dari Pemprov Jateng dan DIY, Khofifah Percepat Penanganan Daerah Terdampak Bencana

Salat Tarawih di Masjid Al-Falah, Gubernur Khofifah Apresiasi Prokesnya yang Ketat

Kepala Dinsos Provinsi Jawa Timur, Alwi menyampaikan bantuan ini merupakan sebuah apresiasi dari Gubernur Jawa Timur atas upaya dan semangat yang ditempuh Slamet Effendy sebagai putra semata wayang Atmina untuk mendaftar haji bersama ibunya.

“Dengan itu, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan melihat kondisi keberadaan secara nyata,” katanya.

Sementara, Slamet Effendy mengaku keinginan untuk mendaftar haji bersama ibunya ini merupakan niat ikhlas dan hasil jerih payahnya selama 10 tahun agar bisa berangkat ke tanah suci. “Alhamdulillah, saya dan Ibu sudah resmi mendaftar haji,” katanya.

Menurut Slamet, uang pendaftaran bernilai puluhan juta itu hasil mengamen selama 10 tahun terakhir. Slamet yang tidak tamat SD ini memang bercita-cita melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Mekkah.

Slamet tidak sampai tamat SD lantaran sang ayah meninggal karena sakit. Sementara sang ibu juga tidak berpenghasilan tetap dan hanya mengandalkan upah memijat orang dewasa.

Setiap hari Slamet bekerja keras membantu sang ibu. Ia berjuang memperoleh penghasilan dari mengamen, selain suka membantu tetangga.

“Uang yang saya bayarkan adalah hasil jerih payah mengamen. Itu pun saya tabung kepada ibu. Sedikit demi sedikit uang yang terkumpul selama 10 tahun digunakan untuk mendaftarkan haji. Saya mendaftarkan ibu terlebih dahulu di tahun 2018. Berlanjut mendaftarkan haji untuk diri saya pada hari Kamis tanggal 3 September 2020,” kata Slamet.

Slamet menyampaikan, hasil yang tidak menentu dalam kesehariannya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sisanya dikumpulkan untuk keinginan mulianya mendaftarkan haji.

“Sehari-hari saya kadang selalu membantu pada acara selamatan atau pengajian yaitu membantu menggelar tikar dan lain-lainnya,” ungkapnya. (ndi/ian)

​Adu Hebat Tiga Presiden, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (9)
Selasa, 20 April 2021 23:55 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Gus Dur mengajak jalan-jalan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Presiden Prancis Jacques Shirac. Mereka pun naik pesawat terbang. Sambil ngobrol santai, mereka saling mengunggulkan negaranya masing-ma...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Rabu, 21 April 2021 06:05 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Mengerikan. Mobil mewah Tesla terbakar. Yang menjadi misteri, tak ditemukan mayat di kursi kemudi. Mayat hanya ditemukan di kursi samping dan jok belakang.Apa sistem autopilot yang jadi kebanggaan Tesla tidak berfung...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...