Pemkot Surabaya Panen Padi di Halaman Balai Kota, Kok Bisa?

Pemkot Surabaya Panen Padi di Halaman Balai Kota, Kok Bisa? Tanaman padi sebelum dipanen, ditanam dengan memakai bak fiber berukuran 2x3 meter. (foto: YUDI A/ BANGSAONLINE)

(Tanaman padi saat dipanen)

Meski begitu, kata Antin, proses penanaman padi melalui fiber ini memang tidak semudah menanam di sawah. Namun, padi yang dihasilkan ini terbebas dari hama dengan berbagai cara yang terus dilakukan. Di antaranya, rutin melakukan penyiraman, penggenangan dan kemudian airnya dibuang.

“Lalu yang tidak boleh dilakukan adalah pengendalian dengan penyemprotan untuk mengontrol hama penyakit. Ini penting dilakukan supaya tanaman padi tersebut jadi tahan. Kita meminimalisir pemakaian insektisida kimia dan memakai yang alami,” paparnya.

Di kesempatan yang sama, Antin mengungkapkan, ada 13 titik lokasi kecamatan di yang sudah dilakukan penanaman padi. Namun, ada beberapa lokasi yang dinilainya memiliki lahan paling luas, yakni di wilayah Kecamatan Lakarsantri, Sambikerep, dan Kecamatan Pakal. “Di situ cukup banyak ya. Luasnya ada yang sekitar 400 hektare. Karena itu, masih banyak lahan sawah yang dibudidayakan para petani,” katanya.

Bahkan tak sedikit dari warga yang tidak memiliki lahan luas, juga ikut bercocok tanam. Oleh karena itu, DKPP terus memberikan fasilitas berupa benih, pupuk, dan sarana-sarana untuk mendukung upaya tersebut. “Setelah kita fasilitasi nanti masyarakat yang merawat sendiri. Hasilnya pun untuk mereka,” urainya.

Selain padi, Antin mengaku, nantinya banyak juga tanaman pendukung beras atau makanan pokok sehari-hari yang juga akan dipanen. Seperti ketela pohon, ketela rambat, tales, sukun, pisang, dan sebagainya. “Jadi panen terus. Karena banyak jenis yang ditanam dan waktunya tidak bersamaan. Itu terus kami lakukan,” pungkasnya. (ian/zar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Angkot Terbakar di Jalan Panjang Jiwo, Sopir Luka Ringan':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO