Tim Dinkes saat mengunjungi salah satu ruang isolasi di lembaga pendidikan Al-Izzah.
Sementara itu, M. Chori, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu mengungkapkan, dinkes sudah melakukan tracing kepada setiap orang yang kontak erat dengan pasien.
"Kebetulan ada 3 santri yang dilakukan swab dan telah menjalani isolasi sejak tanggal 23 Agustus 2020. Karena yang bersangkutan ada kontak erat serta ada gejala mengarah ke suspect, sehingga harus dilakukan di-swab test," ujarnya.
Sedangkan untuk keluarga yang kontak erat, pihaknya berkoordinasi dengan Dinkes Surabaya.
Dihubungi terpisah, Gus Imron, Ketua Pokja Pesantren di Kota Batu yang membawahi 37 pesantren mengaku sudah menghubungi pengasuh SMP Al Izzah. "Sudah. Saya sudah berkomunikasi dengan pihak pengasuh dan masalah ini sudah ditangani oleh orang tua santri," ujarnya.
Menurutnya, baik Al-Izzah maupun pondok pesantren lainnya di Kota Batu sudah menjalankan protokol kesehatan. Bahkan, saat 3,600 santri di Kota Batu harus kembali ke pondok beberapa waktu lalu, satu per satu dari mereka diseleksi riwayat kesehatannya secara ketat.
"Saya sering katakan kepada para pengasuh pondok, bahwa pandemi ini belum berakhir. Untuk itu, protokol kesehatan harus benar-benar dipatuhi," harapnya. (asa/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




