Rabu, 02 Desember 2020 13:04

Mengolah Kuliner yang Indah dan Sehat ala Chef Hotel Surabaya Suite

Minggu, 23 Agustus 2020 15:56 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nanang Fachrurozi
Mengolah Kuliner yang Indah dan Sehat ala Chef Hotel Surabaya Suite
Christfian, Chef Surabaya Suite Hotel.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Christfian, Chef Surabaya Suite hotel memberikan tips positif, berbagi pengalaman untuk bisa menikmati kuliner yang sehat dan baik bagi tubuh jika dikonsumsi.

Chef yang sudah 32 tahun bergelut di dunia kulineri dan sudah melanglang ke segala penjuru hotel resto baik luar dan dalam negeri ini, menjelaskan, saat ini banyak yang tidak mengetahui makanan yang seolah terlihat enak dengan estetika yang terlihat 'wah', tapi justru menimbulkan penyakit dan tidak baik untuk kesehatan tubuh jika dikonsumsi.

"Dari perspektif saya sebagai tanggung jawab dari profesi juru masak, bagaimana mengemas makanan itu bisa bermanfaat bagi yang menikmati. Manfaat itu bisa untuk kesehatan, lifestyle, dan tidak hanya sekedar dikonsumsi," terangnya.

Menurut Christfian, mengolah sebuah kuliner tidak hanya sekadar mengolah dan meracik lalu menghidangkan begitu saja. Melainkan juga harus tahu kemanfaatannya yang baik untuk kesehatan tubuh.

Nenek moyang kita dulu, tambah Christfian, membuat, mengolah, dan meracik kuliner atau makanan yang akan dihidangkan tidak hanya sekadar dikemas. Tapi ada manfaat yang terkandung dalam kuliner tersebut. Komposisi bahan yang seimbang agar kuliner atau makanan itu terjaga dari cita rasa, estetika, dan kesehatannya. Tidak sekadar penyajiannya indah tapi nilai sehatnya tidak ada.

"Untuk apa kuliner yang dihidangkan dengan estetika yang indah, dikasih ini itu, tapi kalau ternyata justru kuliner atau makanan itu membawa zat racun yang merugikan tubuh. Contoh sederhana, mengapa soto harus dikasi bawang goreng, dikasi seledri? Itu ada artinya, karena soto dianggap mengandung kolesterol dan bisa darah tinggi. Ada bawang dan seledri sebagai penawarnya," ulasnya kepada bangsaonline.com, Minggu (23/8/2020).

"Percuma saja jika bahannya mahal, estetika bagus, tapi kalau tidak sehat untuk tubuh jika dikonsumsi buat apa?," kata Christfian.

"Setiap kandungan makanan itu berbeda-beda dan mempunyai karakter masing-masing. Kuliner atau makanan bisa menjadi enak, tapi bisa juga menjadi racun. Ada beberapa makanan yang memang tidak bisa disatukan. Contoh, zat gas dicampur pedas kayak kobis dikasi panas, memantik perut jadi kembung dan menimbulkan maag," imbuhnya.

"Gulai kambing misalnya, kenapa aromanya sangat menyengat? Karena kolesterolnya tinggi. Makanya di situ ada yang namanya kunyit, kapulaga, ada kayu manis, dan semua bahan itu untuk menyeimbangkan aroma dan karakter agar kolesterolnya ditekan," urainya.

"Art of Cooking tidak hanya untuk menghias, atau membuat food plating yang bagus, art of cooking itu harus tahu menyeimbangkan antara racikan bumbu dan bahan-bahan itu menjadi makanan selain indah, tapi juga baik untuk kesehatan tubuh. Saat ini jarang juru masak yang mementingkan kemanfaatan bahan yang sehat dan lebih mementingkan pada keindahan kulinernya saja," pungkasnya.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...