Senin, 19 April 2021 16:51

​Pacu Capaian PBB-P2, Kecamatan Gempol Terjunkan Tim Intensifikasi Pajak

Selasa, 18 Agustus 2020 22:44 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Habibi
​Pacu Capaian PBB-P2, Kecamatan Gempol Terjunkan Tim Intensifikasi Pajak
Camat saat menyerahkan penghargaan ke kades yang capaian PBB-P2-nya bagus.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Hingga memasuki minggu ke II bulan Agustus 2020 ini, realisasi capaian PBB-P2 beberapa desa di wilayah Gempol masih banyak yang belum memenuhi target baku yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Rata-rata masing-masing desa hanya menyetorkan realisasi pajak di bawah 50-70 persen.

Untuk di Kecamatan Gempol, dari 15 desa hanya ada 3 desa yang capaiannya lumayan bagus, yakni Desa Wonosunyo 82,10 persen dari baku Rp 159,33 juta, Desa Sumbersuko 69,34 persen dari baku Rp 239,19 juta, dan Desa Watukosek 67,22 persen atau  Rp 84,78 persen. Sedangkan realisasi desa lainnya bervariatif mulai 62,16-31,62 persen.

Untuk memaksimalkan capaian PBB di desa-desa yang realisasinya rendah, pihak Kecamatan Gempol melakukan jemput bola dengan menerjunkan tim intensifikasi. ”Secara umum banyak desa yang capain PBB-P2 masih rendah. Langkah yang kita lakukan dengan melakukan jemput bola,“ jelas Camat Gempol Nur Kholis, S.S.T.P., M.M.

Ia menambahkan, untuk medorong petugas pajak di masing-masing desa agar rajin melakukan pemungutan pajak, pihak kecamatan akan memberikan reward. Petugas pemungut pajak yang lebih awal menyetorkan PBB-P2 akan mendapat reward sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah terhadap kinerja mereka.

BACA JUGA : 

Hindari Kerumunan, Penyaluran BLT DD Dibagi ke Rumah Penerima

LSM GP3H Soroti Dugaan Penyimpangan DD Kemirisewu Pasuruan Hingga Puluhan Juta Rupiah

DPMD Pasuruan Segera Isi Jabatan Kades yang Kosong

Ketua Komisi I DPRD Pasuruan Bantah Minta Kades Wotgalih Mundur

Terpisah, Kepala Desa Ngerong, H. Jemik Sadiman yang dikonfirmasi BANGSAONLINE.com menjelaskan, secara umum realisasi PBB masing-masing desa sudah bagus, karena di atas 50 persen dari ketetapan.

"Tapi perlu diingat, masing-masing desa tidak sama dari jumlah SPPT dan jumlah penduduk, karena kendala yang dihadapi mereka juga kompleks sekali dalam melakukan pemungutan pajak," katanya.

“Menurut kami, tahun ini teman-teman kepala desa mungin banyak menghadapai kendala dalam melakukan pemungutan pajak di masa pandemi Covid-19. Karena pendapatan masyarakat menurun akibat PHK,“ jelasnya. (bib/par/ian)

Teh Panas Rp 5.000, Teh Dingin Rp 10.000, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (7)
Minggu, 18 April 2021 22:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com –Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan kali ini M Mas’ud Adnan – sang narator - mereview tentang orang Madura yang tiba-tiba haus. Ia pun pergi ke warung di pinggir jalan. Ia membeli teh. Di warung itu semua barang yang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...