Senin, 21 Juni 2021 01:28

​Lagu Mars 'Hari Merdeka' dan 'Hymne Syukur' Diciptakan Seorang Habib

Sabtu, 15 Agustus 2020 16:43 WIB
Editor: MMA
​Lagu Mars
Habib Husein Muthahar. foto: wikipedia

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Peran besar kiai, ulama dan habaib dalam perang kemerdekaan Repubik Indonesia (RI) makin terang benderang dalam sejarah. Padahal jejak perjuangan para tokoh Islam itu hampir tereduksi dari sejarah Indonesia akibat manipulasi penulis sejarah yang tak jujur.

Nah, pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-75 ini, BANGSAONLINE.COM, mengangkat salah satu sisi penting dalam lembaran sejarah Indonesia. Yaitu seorang pencipta lagu kesohor yang berlatar belakang habib.

Siapa lagi kalau bukan H Mutahar, pencipta lagu yang sangat popular: Mars Hari Merdeka dan Hymne Syukur. Hymne Syukur di-launching pada Januari 1945. Sedang Mars Hari Merdeka diperkenalkan ke publik pada 1946. Karya terakhir Habib Muthahar adalah Dirgahayu Indonesiaku. Lagu ini menjadi lagu resmi ulang tahun ke-50 Kemerdekaan Indonesia.

Sejak itu tahun 1945 dan 1946, terutama Mars Hari Merdeka dan Hymne Syukur, selalu menggema dalam acara-acara resmi kenegaraan RI, termasuk pada HUT Kemerdekaan. Sehingga kita – atau sebagian besar bangsa Indonesia – hafal lagu-lagu tersebut.

BACA JUGA : 

Muslih Hasyim Sufy: Khofifah, Perempuan Pertama yang Menjadi Ketua Cabang PMII di Indonesia

Sowan Idul Fitri, Danrem 082/CPYJ Ngaku Putra Kiai Asep Saifuddin Chalim

Pindah ke Surabaya, Kiai Asep Bagikan Bingkisan pada Janda, Veteran, dan Warga Siwalankerto

Habiskan RP 8 M untuk Sedekah Selama Ramadan, Kiai Asep: Inilah Manisnya Iman

Memang, banyak orang mengira H Mutahar itu singkatan Haji Mutahar. Ternyata singkatan dari Habib Husein Muthahar. Jadi, Muthahar adalah marga sayyid dari Yaman.

Menurut Wikipedia, nama lengkap Habib Muthahar adalah Muhammad Hesein bin Salim bin Ahmad bin Salim bin Ahmad al-Muthahar. Ia lahir di Semarang, Jawa Tengah, 5 Agustus 1916. Habib Muthahar wafat di Jakarta pada 9 Juni 2004 para usia 87 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Habib Muthahar yang merupakan paman Habib Umar Mutohar, ulama di Semarang, itu dikenal sebagai komponis musik Indonesia. Terutama kategori kebangsaaan dan anak-anak.

Untuk lagu anak-anak, ciptaan Habib Muthahar yang popular adalah berjudul Gembira, Tepuk Tangan Silang-Silang, Mari Tepuk, Slamatlah, Jangan Putus Asa, Saat Berpisah, dan Hymne Pramuka.

Habib Muthahar sangat nasionalis dan anti komunis (PKI). Ia pernah menjadi ajudan presiden. Karena itu ia diberi tugas menyusun upacara pengibaran bendera ketika Republik Indonesia merayakan hari ulang tahun pertama kemerdekaan, 17 Agustus 1946. Menurut dia, pengibaran bendera sebaiknya dilakukan para pemuda yang mewakili daerah-daerah Indonesia. Ia lalu memilih lima pemuda yang berdomisili di Yogyakarta (tiga laki-laki dan dua perempuan) sebagai wakil daerah mereka

Masih menurut Wikipedia, pada tahun 1967, Habib Muthahar diangkat sebagai Direktur Jenderal Urusan Pemuda dan Pramuka, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Presiden Soeharto meminta Habib Muthahar menyusun tata cara pengibaran Bendera Pusaka.

Tata cara pengibaran Bendera Pusaka disusunnya untuk dikibarkan oleh satu pasukan yang dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok 17 sebagai pengiring atau pemandu; kelompok 8 sebagai kelompok inti pembawa bendera; kelompok 45 sebagai pengawal. Pembagian menjadi tiga kelompok tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. (MMA)  

Gelar Pertemuan, Anggota Poktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua
Sabtu, 19 Juni 2021 00:20 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Sumadi, dilengserkan dari jabatannya oleh puluhan anggota, Kamis kemarin. Ini setelah puluhan anggota Gapoktan Sumber Rejeki mendatangi rumah Sumadi, yang juga menjabat kepala Dusun, untu...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Sabtu, 19 Juni 2021 07:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Abraham Lincoln menjadi tonggak sejarah bagi penghapusan perbudakan di Amerika Serikat (AS). Salah satu legacy Lincoln adalah UU anti diskriminasi.Kini terhapusnya perbudakan itu dijadikan hari kemerdekaan. Terut...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...