Jumat, 25 September 2020 10:23

​Buntut Penutupan Kelenteng Tuban, Umat Sembahyang di Trotoar

Kamis, 13 Agustus 2020 21:14 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Gunawan Wihandono
​Buntut Penutupan Kelenteng Tuban, Umat Sembahyang di Trotoar
Puluhan Umat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Kwan Sing Bio Kabupaten Tuban saat melakukan sembahyang di luar pintu gerbang. (foto: ist).

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan Umat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Kwan Sing Bio Kabupaten Tuban terpaksa melakukan sembahyang di luar pintu gerbang, Kamis (13/8/2020).

Hal itu terjadi karena gerbang masuk kelenteng terbesar se-Asia Tenggara itu digembok oleh dua kubu yang masih berseteru, sehingga umat yang merayakan Peringatan Hari Ulang Tahun YM Kongco Kwan Sing Tee Koen ke-1860 terpaksa melakukan ritual sembahyang di atas trotroar di depan gerbang atau trotoar.

Bahkan, beberapa umat yang datang dari berbagai wilayah kecewa dan terpaksa balik kucing karena tidak bisa masuk ke dalam kelenteng.

Salah satu umat dari Kabupaten Probolinggo, Ahing menyayangkan adanya penutupan tempat ibadah tiga agama tersebut, sehingga umat yang menjadi korban karena tidak bisa melakukan sembahyang dengan tenang.

“Setiap tahun datang ke sini untuk berdoa kepada Kongco Kwan Sing Tee Koen. Tidak tahu kalau ditutup, hanya mendengar isu, tapi tidak mengira akan seperti ini. Semoga masalahnya bisa cepat selesai sehingga tempat ibadah bisa dibuka kembali,” ujar Ahing, Kamis (13/8/2020).

Sebelum ritual, kubu Tio Eng Bo menyiapkan altar semi permanen untuk dilakukan sembahyang bersama dan persembahan buat YM Kongco Kwan Sing Tee Koen. Sempat terjadi perselisihan antara kubu Alim Sugiantoro dan Mardjojo alias Tio Eng Bo yang ingin masuk ke dalam kelenteng.

Beruntung, ketegangan yang terjadi bisa dilerai oleh umat lainnya, sehingga kedua kubu bisa melakukan ritual bersama di depan pintu gerbang kelenteng.

“Kita menyayangkan ada intimidasi yang terjadi saat kami mau melakukan sembahyang,” ujar Kuasa Hukum Tio Eng Bo, Anam Warsito.

Menurutnya, rencana awal dari kepengurusan Tio Eng Bo akan melakukan ritual sembahyang bersama di dalam kelenteng. Tetapi setelah dikomunikasikan, ternyata tidak bisa karena kelenteng tidak bisa dibuka.

“Akhirnya, kami sepakat melakukan sembahyang di luar sebagai bukti penghormatan kepada YM Kongco Kwan Sing Tee Koen,” jelas Anam Warsito.

Sementara itu, Heri Tri Widodo, Kuasa Hukum Bambang Djoko Santoso dari kubu Alim Sugiantoro, mengelak jika dalam kegiatan ritual sembahyang ada intimidasi. Menurutnya, pihak Alim Sugiantoro sudah berupaya berkomunikasi sebelum ritual dimulai.

“Kita komunikasi dengan baik dan sembahyang bersama-sama. Bagaimana mungkin itu dikatakan intimidasi, itu tidak mungkin,” jelas Heri.

Ia justru mempertanyakan kapasitas Anam Warsito yang ikut di dalam persoalan kepengurusan di Kelenteng Tuban. Sebab, kehadirannya dinilai menambah persoalan atau masalah yang ada di internal umat.

“Kapasitas dia bicara sebagai apa. Tidak bisa semua orang ikut campur dalam persoalan ini. Karena kami tidak ingin ada pihak-pihak lain yang tambah mengompori persoalan ini dan menambah masalah, dia tidak tahu masalahnya, tetapi malah menambah masalah,” pungkasnya. (gun/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 20 September 2020 21:35 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi banyak memiliki pantai cantik yang mempesona dengan keindahannya. Pantai yang bisa memikat para traveler datang di bumi sunrise of java ini.Tetapi bukan hanya pantai cantik saja yang menarik wisatawan mancan...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Selasa, 15 September 2020 13:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*30. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaanSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala or...
Jumat, 11 September 2020 09:50 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...