Jumat, 23 Oktober 2020 09:20

Kasus Bayi Meninggal Usai Lahiran di Rumah Sakit PMC Jombang, Orang Tua Datangi Dewan

Senin, 10 Agustus 2020 13:26 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Aan Amrulloh
Kasus Bayi Meninggal Usai Lahiran di Rumah Sakit PMC Jombang, Orang Tua Datangi Dewan
BK didampingi Kepala Desa Gedangan, Edy Santoso, saat menatangi Kantor DPRD Jombang ditemui Anggota Komisi D, Mustofa. foto: AAN AMRULLOH/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Suami dari pasien ibu hamil yang melahirkan sendiri hingga bayinya meninggal dunia di rumah sakit swasta di Jombang, mendatangi anggota DPRD setempat untuk menyampaikan keluhan yang dialami oleh keluarganya.

Adalah BK (29), suami dari DR (27), pasien Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC), asal Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, yang melahirkan anak keduanya tanpa bantuan tenaga medis rumah sakit, yang mendatangi gedung wakil rakyat.

Kedatangan BK ke kantor DPRD Jombang ini, didampingi oleh Kepala Desa Gedangan, Edy Santoso. Dirinya ditemui oleh anggota Komisi D, Mustofa. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan semua permasalahan yang dialami oleh keluarganya. Ia mencari keadilan melalui tangan wakil rakyat di kota santri. Sebab, atas kejadian yang dialami istrinya itu, mengakibatkan anak keduanya meninggal dunia pasca dilahirkan, Selasa (04/08) dini hari.

“Tujuannya, ya agar pihak rumah sakit bisa mengoreksi kinerjanya, dan agar untuk memperbaiki masalah instansi kesehatan di Jombang. Agar tidak ada lagi orang-orang kecil seperti kita yang merasakan seperti ini lagi. Meskipun kita pakai BPJS, bukan berarti kita dipandang sebelah mata. Itu keinginan kita,” tuturnya pada wartawan, Senin (10/08/20.

BK mengaku sudah ditemui oleh pihak manajemen RS PMC di rumahnya pada Jumat (07/08) lalu. Kedatangan pihak rumah sakit untuk menyampaikan permintaan maaf. Namun, permintaan maaf itu belum bisa diterima oleh BK dan keluarga.

(BACA JUGA: Tunggu Hasil Audit, RS PMC Jombang Bantah Telantarkan Pasien Ibu Hamil Hingga Bayinya Meninggal)

“Waktu itu sempat ditanya maunya apa dan minta kekeluargaan. Tapi mau saya yang bersangkutan, seperti dokter dan suster-suster itu minta maaf ke istri dan mertua saya, karena waktu itu yang mengalami kelahirannya secara langsung,” ujarnya.

BK juga akan mempertimbangkan langkah hukum terkait kasus yang menimpa istri dan anak keduanya yang meninggal itu. Ia berharap, kasus yang menimpanya tidak lagi terulang.

“Kalau soal upaya hukum, saya belum bisa ngasih pernyataan. Saya masih akan bicara dulu dengan pendamping saya, bapak Kades,” ucapnya.

Sementara, Anggota Komisi D DPRD Jombang Mustofa, sudah mendengar kasus yang dialami oleh BK selama istrinya dirawat di RS PMC. Menurut Mustofa, kasus yang menyeret nama rumah sakit swasta di Jombang itu, bisa ditarik ke ranah hukum pidana. Pasalnya, ada unsur kelalaian dan malfungsi di dalam praktik di RS PMC.

“Saya melihat ini adalah malfungsi atau malpraktik atau kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa. Ini sudah rana pidana,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mustofa menyebut, RS PMC sudah beberapa kali melakukan pelanggaran-pelanggaran kelalaian dalam menjalankan fungsinya sebagai instansi kesehatan masyarakat. Rumah sakit tersebut pernah terbukti melakukan tindakan inprosedural dengan adanya dokter gadungan, malpraktik, hingga kasus yang sekarang dialami oleh DR (istri BK).

(BACA JUGA: Bayi di Jombang Meninggal saat Dilahirkan di RS Swasta, Ibu Mengaku Ditelantarkan karena Reaktif)

Menurut Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jombang itu, ada dua jalan penyelesaian atas kasus tersebut. Yaitu DPRD Jombang meminta Dinas Kesehatan Jombang untuk melakukan investigasi terhadap RS PMC, dan langkah hukum ke aparat penegak hukum yang harus dilakukan oleh korban.

“Kalau DPRD ranahnya rekomendasinya dua. Satu, rekomendasi izinnya dicabut. Dua, teruskan saja ke pidana ranah pidananya. Tapi kalau masalah penindakan dan seterusnya. Follow up dari rekomendasi DPRD bisa jadi itu (bisa dilakukan, red) sesuai bidangnya masing-masing. Dinas Kesehatan melakukan tugasnya, kepolisian melakukan tugasnya,” terang Mustofa.

Kasus ibu melahirkan sendiri anaknya hingga bayi meninggal dunia di RS PMC ini, akan dibawa Mustofa di dalam rapat Komisi D DPRD Jombang. Rapat tersebut akan menyimpulkan langkah yang akan dilakukan oleh wakil rakyat tersebut.

“Nanti saya bawa ke teman-teman (Komisi D) menyamakan frame-nya. Kita lakukan pekan depan,” pungkas Mostofa. (aan/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 19 Oktober 2020 22:35 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri ternyata memiliki air terjun yang luar biasa indahnya. Namanya Air Terjun Ngleyangan. Sayangnya, untuk mencapai air terjun yang konon pernah dijadikan tempat bertapa Raja Kediri itu, sangat sulit ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Sabtu, 17 Oktober 2020 14:42 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...