Kamis, 25 Februari 2021 06:29

Genpatra dan Warga Petisbenem Tuntut Kejari Gresik Tuntaskan Perkara Korupsi

Selasa, 14 Juli 2020 16:06 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Genpatra dan Warga Petisbenem Tuntut Kejari Gresik Tuntaskan Perkara Korupsi
Kasi Pidsus Kejari Gesik, Dymas Adji Wibowo dan Jaksa saat menemui pendemo. (foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE)

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Massa Gerakan Pemuda Nusantara (Genpatra) bersama Warga Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan menggelar aksi demo di Kantor Kejari Gresik, Selasa (14/7/2020). Hal itu dilakukan terkait sejumlah perkara kasus dugaan korupsi yang belum tuntas.

Dalam aksinya, mereka mengusung sejumlah spanduk tuntutan, di antaranya, bertuliskan "Usut Tuntas Kasus Tanah Negara di Desa Kami yang Menjadi Milik Perorangan", "Kami Adalah Korban yang Diadukan", dan sejumlah spanduk lainnya. Para pendemo juga meneriakkan yel-yel "Lawan, lawan, lawan koruptor, lawan koruptor sekarang juga".

Ali Rosidi, salah satu orator, mengungkapkan sejumlah kasus korupsi yang belum tuntas diusut. Antara lain kasus dugaan penyimpangan penggunaan APBD TA 2017-2019 di Kecamatan Duduksampeyan, kasus korupsi proyek pipanisasi di PDAM Gresik.

Kemudian, kasus korupsi dana jasa pelayanan BPJS di Dinkes yang berdasarkan hasil sidang mengungkap nama-nama dugaan pejabat yang ikut terlibat, kasus operasi tangkap tangan di BPPKAD, dan kasus dugaan tanah negara di Desa Petisbenem Kecamatan Duduksampeyan yang menjadi milik perorangan dengan bukti SHM.

Rosidi mengungkapkan, kasus dugaan korupsi di Kabupaten Gresik sangat memprihatinkan, sehingga berdampak citra tak baik terhadap Kota Gresik yang berjuluk Kota Wali dan Kota Santri.

"Kerena itu, kami mendesak Kejari Gresik agar menangkap para koruptor, serta membongkar kasus korupsi dan menyikatnya habis. Sehingga, Gresik bersih dari koruptor," pintanya.

Dia juga meminta kepada Kejari Gresik agar tidak tebang pilih dalam menindak para koruptor. "Siapa pun yang terlibat harus diseret ke meja pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkasnya.

Dalam aksi itu, para pendemo kemudian ditemui oleh Kasi Pidsus Kejari Gresik, Dymas Adji Wibowo dan perwakilan jaksa. Mereka berjanji akan merespons tuntutan pendemo, dan segera menindaklanjutinya. (hud/zar)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Rabu, 24 Februari 2021 07:38 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Wartawan kondang Dahlan Iskan luar biasa. Tulisanya sangat bernas. Bukan saja enak dibaca tapi juga penuh makna dan kaya warna.Baca saja tulisannya kali ini. Ia bercerita tentang listrik yang mati empat hari. Dampakn...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 20 Februari 2021 09:40 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...