Rapat Dengar Pendapat di gedung DPRD Jombang. foto: AAN AMRULLOH/ BANGSAONLINE
“Karena Covid-19 ini keuangan menjadi amburadul semua, sehingga keuangan juga tidak memungkinkan. Kita juga masih belum bisa memastikan nantinya lanjut apa tidak, melihat sisi keuangan terlebih dahulu,” ujarnya.
Lebih lanjut Budi mengungkapkan, pembangunan tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar hingga mencapai Rp 50 miliar. Keputusan untuk menghentikan rencana pembangunan ini lantaran untuk pemulihan ekonomi dampak Covid-19.
“Jadi nanti pemulihan stimulus perekonomian seperti bantuan permodalan,” tegasnya.
Menurut Budi, pada tahun depan nampaknya masih minim pekerjaan proyek fisik. Apabila ada proyek fisik, nantinya akan dirupakan seperti padat karya. Namun masih ada satu proyek fisik yang dipertahankan. Yakni, proyek penataan jalan KH Wahid Hasyim yang menelan anggaran sekitar Rp 20,5 miliar.
“Kalau tahun depan masih minim proyek fisik, adapun nanti padat karya. Akan tetapi untuk proyek penataan jalan ini yang dipertahankan. Untuk yang lainnya kemungkinan masih ditunda, tapi melihat perekonomian nantinya,” pungkas Budi. (aan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




