Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko bersama rombongan saat meninjau salah satu tempat relokasi pedagang Pasar Induk Kota Batu di sekitar Stadion Brantas belum lama ini.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Terkait pengadaan tempat relokasi sekitar 3.000 pedagang Pasar Induk Kota Batu, Wali Kota Dewanti Rumpoko berharap lokasinya menggunakan aset Pemkot Batu.
Seperti diketahui, pembangunan Pasar Induk Kota Batu akan dilaksanakan tahun 2021 dengan menggunakan dana APBN sekitar Rp 200 miliar. Tahun ini, area pasar induk ditargetkan sudah harus diratakan, dan pedagang dipindah ke tempat relokasi.
BACA JUGA:
- DPRD Kota Batu Soroti Alih Fungsi Lahan hingga Aset Daerah dalam Pembahasan Tiga Raperda
- Dewan Pendidikan Kota Batu Lakukan Monitoring dan Evaluasi Asesmen di Sejumlah Sekolah
- Peringati Hardiknas 2026, Pemkot Batu Genjot Beasiswa 1000 Sarjana dan Kampanye Anti-Bullying
- Cegah Aksi Nekat, Jembatan Cangar Dipasangi Pagar 2,5 Meter dan CCTV
"Saya berharap kalau bisa tempat relokasi pedagang adalah aset dari pemkot atau pemdes. Namun, jika tidak ada bisa pinjam ke perorangan atau swasta dengan syarat tempat itu bisa menampung semua pedagang pasar karena akan ditempati selama 1-2 tahun," ujar Dewanti, Ahad (12/7).
Dia mengaku sudah melakukan peninjauan lokasi rencana tempat relokasi pedagang Pasar Induk Kota Batu di area Stadion Gelora Brantas, pada Sabtu (11/7/2020) kemarin. Dalam peninjauan itu, dirinya didampingi Wakil Wali Kota Punjul Santoso, Sekda Drs. Zadim Effisiensi, Kepala Bappelitbangda, Plt. Kepala DPUPR, Kepala BKD, Kepala Dinas Perumahan, Kasatpol PP, dan Kepala UPT Pasar Batu.
Nantinya, Diskumdag akan mendata, dan dinas teknis akan membuat perencanaan lokasi, apakah di sini memungkinkan dengan membangun fasilitas umum seperti tempat ibadah, kamar mandi, dan sebagainya," tukasnya. (asa/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




