Sabtu, 08 Agustus 2020 13:31

Pertanyaan Terduga

Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Pertanyaan Terduga
Ilustrasi.

Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*

“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di seputaran terminal. Masuk ke warung, teman saya tadi juga tertodong pertanyaan sama dari pemilik yang melayani pembeli. Warungnya masih di seputaran terminal.

Sederhana pertanyaan itu. Hanya kalimat standar jika dituangkan dalam bahasa tulis. Namun dalam bahasa verbal dalam kasus di atas, terselip nada curiga. Si penerima pertanyaan, terkesan sebagai `terduga’. Bahasa tubuh si penanya menyiratkan itu. Jangan-jangan, debu di pakaiannya. Atau aroma tubuhnya menempel aroma Covid-19. Dan, siap terbang menari di udara baru yang didatangi. Siapa tahu, tarian virus di udara itu, hinggap ke tubuh si pemilik warung. Tertular lewat interaksi transaksi jual beli makanan.

Buru-buru teman tadi meyakinkan. Masker yang sedari tadi terpasang sempurna, sedikit dilorot ke bawah. Hand sanitzer kemasan praktis dikeluarkan dari saku celananya. Diusapkan ke telapak tangan di hadapan pemilik warung. Pengunjung lainnya juga melirik adegan itu. “Seminggu sekali saya ke kota ini dan selalu menginap. Untuk urusan kerja. Saya sehat. Apa perlu saya tunjukkan suratnya?” Gugurlah asas praduga tadi.

Tingginya angka persebaran Covid-19 di Surabaya, sudah mengimplikasi seperti contoh kasus di atas. Kasus di Surabaya berada di rangking teratas secara nasional. Mereka yang berasal dari wilayah merah--cenderung hitam--harus rela menjadi sosok terduga tak berdasar.

Mengutip laman https://lawancovid-19.surabaya.go.id, Penambahan kasus virus corona di Kota Surabaya, Rabu (8/7/2020) hingga Kamis (9/7/2020) pukul 12.00 WIB mencapai 100 orang. Dengan tambahan 100 kasus tersebut, jumlah pasien positif virus corona di Kota Surabaya hingga Jumat (10/7/2020), menembus angka 6.781 kasus.

Dengan rincian, 2.981 pasien menjalani masa perawatan, 3.143 pasien dinyatakan sembuh, dan 557 pasien dinyatakan meninggal dunia. Surabaya Timur jadi wilayah dengan kasus tertinggi.

Sebanyak 2.133 dari total 6.681 kasus yang ada di Surabaya berada di wilayah Surabaya Timur. Sementara pada wilayah lain, Surabaya Selatan menyusul dengan 1.518 kasus, dan Surabaya Utara dengan 1.303 kasus. Sedangkan dua wilayah sisa di Surabaya menjadi daerah yang belum menyentuh angka 1.000 kasus. Surabaya Pusat tercatat memiliki total 892 kasus, sementara wilayah terendah di Surabaya Barat dengan 835 kasus.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini punya sanggahan. Sampai Kamis (9/7/2020) sore, ada puluhan warga yang sembuh dari Covid-19. Angka kesembuhan di Surabaya lebih tinggi dibandingkan angka kasus Covid-19. Per 8 Juli 2020, angka kesembuhan naik 2,3 persen. Sedangkan kasus Covid-19 baru naik 1,6 persen.

Data boleh saja ter-update realtime. Indikator yang menyertai dinyatakan jelas dan valid. Toh data itu hanya sekadar angka. Hanya lambang bilangan. Masyarakat hanya berharap, semua harus kembali normal dengan tatanan kehidupan baru.

Presiden Jokowi men-deadline pengendalian penyebaran Covid-19 dalam dua minggu di Jatim, harus melandai. Dan, deadline ini beberapa hari ini memasuki tahap akhir. Semua stakeholder di Jatim kini tengah bekerja keras dengan mengerahkan kekuatan dan semua lini. Deadline itu harus tercapai, harapannya.

Agar masa New Normal itu benar-benar dimasuki dengan rasa aman dan nyaman. Senyaman sajian menu di warung di seputaran terminal itu. Dan tak ada perlu lagi pertanyaan "sampean dari mana".

*Wartawan HARIAN BANGSA / BANGSAONLINE

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...