Jumat, 14 Agustus 2020 15:43

​Potensi Ikan Kerapu di Lamongan Besar, Gubernur Khofifah Minta Produktivitas Dimasifkan

Kamis, 09 Juli 2020 14:46 WIB
Editor: MMA
​Potensi Ikan Kerapu di Lamongan Besar, Gubernur Khofifah Minta Produktivitas Dimasifkan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat menebar benih Ikan Kerapu di Lamongan, Rabu (8/7/) sore. foto: ist/ bangsaonline.com

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan penguatan para petani tambak di Kampung Kerapu Desa Labuhan, Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan, saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Rabu (8/7) sore.

Gubernur Khofifah memberikan motivasi dan semangat agar para petani tambak ikan kerapu di Brondong terus semangat. Pasalnya potensi ikan kerapu di pasar dalam negeri maupun luar negeri sangat potensial.

"Potensi ikan kerapu ini sangat besar. Kita ingin agar dengan produktivitasnya dimasifkan dan dengan produktivitas yang masif diharapkan dapat memberikan ketahanan ekonomi terutama di tengah pandemi Covid-19," kata Khofifah.

Dalam kesempatan ini, Khofifah bersama Menteri Edhy juga melakukan panen dan menebar benih Ikan Kerapu. Ia melihat langsung pengembangan sentra budidaya kerapu, sekaligus memberi penguatan bagi para petani tambak di tengah adanya pandemi Covid-19.

Saat ini, produksi ikan kerapu di Kabupaten Lamongan mencapai 599 ton per tahun. Dengan lahan seluas 270 hektare, produktivitas ikan kerapu di sana menurut Khofifah harus terus ditingkatkan.

Ada pasar potensial di luar negeri seperti di China, Hongkong, Taiwan, dan Korea. Dengan peningkatan kualitas dari produk tambak ikan kerapu di Lamongan, maka diharapkan potensi pasar luar negeri mampu dipenuhi.

Di sisi lain, Menteri KKP Edhy Prabowo mengatakan, pertumbuhan ekspor Ikan Kerapu meningkat sampai 5 persen. Budidaya Ikan Kerapu ini akan terus didorong KemenKKP.

“Ikan Kerapu ini dulu ikan liar di Indonesia. Indonesia menjadi negara pertama yang bisa memperbanyak Ikan Kerapu dengan membudidayakan. Budidaya tidak hanya dari anakan, tetapi bisa diperbanyak,” jelasnya.

Dijelaskan, permintaan Ikan Kerapu di dunia itu sangat tinggi dan harganya mahal. Namun permintaan tersebut harus dalam kondisi ikan hidup.

“Kalau hidup nilainya mahal, kalau mati nilainya jatuh,” pungkas Edhy.

Sebelumnya rombongan Menteri KKP dan Gubernur Khofifah berkunjung ke PT. Kirana Food International (KFI) yang terletak di Dusun Dempel, Desa Sumber Agung, Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban.

Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah mendampingi Menteri KKP untuk melepas ekspor produk fillet Ikan Mackarel olahan PT. Kirana Food International Tuban dengan tujuan negara Jepang. Pelepasan ditandai dengan pemecahan kendi air di depan kontainer oleh Gubernur Khofifah dan Menteri Edhy Baskoro.

Sebagaimana diketahui, PT. KFI adalah satu satu- satunya Kawasan Berikat (KB) di bawah pengawasan Kantor Bea Cukai Bojonegoro, yang diresmikan tanggal 7 September 2019. PT. KFI memproduksi produk laut seperti fillet mackarel, salmon, snow crab dan sebagainya.

Ekspor ini merupakan ekspor yang ke-87 kalinya yang dilakukan perusahaan tersebut. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...