Senin, 10 Agustus 2020 22:20

Datangi Kantor DPRD Sampang, ​Ulama Khos dan Habaib Demo Tolak RUU HIP

Senin, 06 Juli 2020 20:02 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Ahmad Bahri
Datangi Kantor DPRD Sampang, ​Ulama Khos dan Habaib Demo Tolak RUU HIP
Peserta aksi saat di depan Gedung DPRD Sampang.

SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Aksi penolakan RUU HIP terus bergulir. Tidak terkecuali di Sampang. Para tokoh dan alim ulama, habaib, ormas, OKP, dan lembaga lainnya akhirnya turun gunung. Dipimpin K.H. Mahrus Abdul Malik, Pengasuh Ponpes Al Ihsan Jrenguan dan tokoh-tokoh sentral Sampang lainnya, mereka melakukan aksi demo di Gedung DPRD Kabupaten Sampang, Senin (6/7/2020).

Peserta aksi sebagian ulama dan Habaib Sampang ini, memulai aksinya dari titik kumpul yang berada di depan Masjid Agung Tugu Monumen Sampang menuju Kantor DPRD Kabupaten Sampang, dengan berjalan kaki, sambil meneriakkan takbir dan penolakan RUU HIP.

Tampak beberapa ulama khos yang juga ambil bagian dalam aksi penolakan RUU HIP itu. Di antaranya, K.H. Nurun Tajalla, K.H. Djakfar Sodik, K.H. Muktamar Shinhaji, K.H. Faurok Alawy, K.H. Syahrul, dan  K.H. Muktadir.

Koordinator aksi, K.H. Djakfar Sodik menyatakan bahwa aksi para ulama ini bertujuan untuk mempertanyakan kejelasan terkait dengan surat penolakan RUU HIP yang sebelumnya sudah dikirimkan kepada DPR RI melalui DPRD Sampang.

Pada April 2020 lalu, pihaknya mengaku sudah melayangkan surat ke DPR RI untuk meminta agar RUU HIP dicabut. Tapi, kenyataannya Pemerintah dan DPR hanya menunda pembahasan bukan menghapusnya dari prolegnas. Padahal, muatan mengenai Trisila dan Ekasila dalam RUU HIP menjadi polemik dan mendapat protes dari berbagai pihak, termasuk dari ulama dan habaib di Madura.

“Kami menilai keberadaan pasal yang menerjemahkan Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila dalam draf RUU HIP itu mereduksi Pancasila, keluar dari amandemen Pancasila dan memberikan peluang bangkitnya komunis di Indonesia,” ungkap Mantan Anggota DPR RI ini.

Kenapa Pancasila yang sudah final, lanjut Jakfar Shodik, masih mau diutak-atik lagi. "Karena itu kami dengan tegas menolak RUU HIP disahkan menjadi UU,” tegasnya.

Ada empat tuntutan yang disampaikan saat aksi. Pertama, mengutuk dan menolak segala upaya apa pun yang merusak Pancasila sebagai konsensi para founding fathers bangsa Indonesia, baik yang dilakukan secara individu, kelompok, maupun lembaga pemerintah.

Menolak terhadap hidupnya ajaran Komunisme, Marxisme, Leninisme di Bumi Nusantara, baik secara gerakan masyarakat maupun politik. Mendesak pihak berwenang untuk tidak hanya menunda pembahasan RUU HIP, akan tetapi membatalkan RUU HIP secara permanen.

"Siapa pun dalang di balik munculnya wacana serta pembahasan RUU HIP di DPR agar diadili sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia," tandasnya.

Beberapa poin dari pernyataan sikap para ulama dan habaib, diberikan kepada Ketua DPRD Sampang, Fadol agar dikirimkan langsung ke DPR RI.

Sementara itu, Ketua DPRD Sampang, Fadol yang menemui massa di depan Kantor DPRD Sampang mengatakan, surat penyataan sikap dari ulama dan habaib di Sampang terkait penolakan RUU HIP akan segera dikirimkan kepada DPR pusat. Harapannya, tentu bisa segera ada tindak lanjut dan kejelasan dari pusat.

“Hari ini juga surat itu kami kirim ke DPR RI melalui telegram dan disaksikan seluruh anggota DPRD dan ulama serta habaib,” pungkasnya. (hri/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 10 Agustus 2020 20:48 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tidak tanggung-tanggung, Pemkab Ngawi telah menyiapkan anggaran dari APBD senilai Rp 9,1 miliar untuk membuat area yang digadang-gadang akan menyerupai kawasan Malioboro Jogja.Budi Sulistyono, Bupati Ngawi melakukan pen...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...