Para pedagang di pasar tradisional yang sudah ada pembatas plastiknya. foto: ist.?
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemkot Surabaya melalui Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya terus melakukan penataan pasar. Setelah dua pasar dijadikan pilot project pasar tangguh, yakni Pasar Genteng Baru dan Pasar Tambahrejo, puluhan pasar tradisional lainnya juga disiapkan menjadi pasar serupa.
Berbagai langkah telah dilakukan untuk menuju tatanan normal baru. Salah satunya adalah pemasangan tirai plastik di pasar basah. Tirai ini sudah dipasang di puluhan pasar yang dikelola PD Pasar Surya.
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis
“Dalam pemasangan tirai plastik ini, kami mendapatkan bantuan dari Pemkot Surabaya. Pemasangan dilakukan Dinas Cipta Karya,” kata Direktur Pembinaan Pedagang PD Pasar Surya, M Taufiqurrahman, Minggu (21/6).
Ada puluhan pasar yang sudah dipasangi tirai plastik tersebut. Selain Pasar Genteng Baru dan Tambahrejo, pasar lain di antaranya adalah Pasar Pabean, Wonokitri, Pakis, Simo Gunung, Lakarsantri, dan Pasar Simo.
Selain itu, Taufiqurrahman menyebut, Pasar Kupang Gunung, Dukuh Kupang, Dupak Bandarejo, Krukah, Pucang Anom hingga Blauran Baru juga sudah dipasangi tirai plastik. Tak hanya itu, di pasar-pasar yang lain juga telah diterapkan demikian. Yakni di Pasar Asemrowo, Kembang, Kendangsari, Keputih, Bratang, Keputran Selatan, dan Pasar Wonokromo.
“Pemasangan tirai plastik ini agar ada sekat atau pembatas antara pedagang dengan pembeli. Selain itu juga sebagai pelindung agar tidak ada interaksi langsung antara pedagang dengan pembeli,” terangnya.
Tidak hanya pemasangan tirai plastik, upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di pasar tradisional dilakukan dengan mengubah kebiasaan cara transaksi. Umumnya, pembayaran dilakukan dengan pembeli memberikan uang secara langsung kepada pedagang. Kini, cara itu diganti dengan harus memakai nampan.
“Uang dari pembeli ditaruh di nampan, jika ada uang kembalian juga diletakkan melalui nampan,” jelas Taufiqurrahman.
Atas perubahan cara pembayaran itu, Pemkot Surabaya sudah memberikan bantuan 10 ribu nampan. Nampan-nampan tersebut lantas sudah dibagikan kepada para pedagang.
Direktur Teknik dan Usaha PD Pasar Surya Muhibuddin menyatakan bahwa sosialisasi juga dilakukan di 67 pasar pengelolaan PD Pasar Surya dalam rangka pembentukan satgas pasar tangguh. Satgas ini terdiri dari unsur pengelola pasar dan perwakilan pedagang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




