Wali Kota Risma didampingi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Edison Isir dan Dandim Surabaya Timur Letkol Inf Agus Faridinato melepas kepulangan Stafsus BIN Mayjen TNI Suyanto. foto: YUDI A/ HARIAN BANGSA
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melepas kepulangan mobil laboratorium PCR dari Badan Intelijen Negara (BIN) di Halaman Lapangan Hockey, Jalan Raya Dharmawangsa, Sabtu (20/6) siang. Setelah kurang lebih sekitar tiga minggu mereka membantu melakukan rapid test dan swab massal di Kota Pahlawan ini.
Sabtu (20/6) kemarin merupakan pelaksanaan tes terakhir sebelum hari Minggu (21/6), mobil laboratorium PCR dari BIN ini harus melanjutkan tugasnya berkeliling ke daerah lain di Indonesia.
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis
Wali Kota Risma menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BIN karena telah banyak membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Selain itu, pihaknya juga berterima kasih kepada jajaran kepolisian dan TNI yang telah membantu selama proses pelaksanaan rapid test dan swab massal tersebut.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh yang telah membantu kegiatan rapid massal di wilayah Surabaya. Ini hari terakhir BIN membantu kami, warga Surabaya, melakukan rapid test massal dengan tujuan mencari yang mungkin dari sisiran tracing kami ada yang lolos,” kata Risma di sela meninjau kegiatan rapid test dan swab massal.
Menurut dia, dengan pola seperti ini pihaknya bisa menemukan siapa saja yang terindikasi terpapar COVID-19. Sebab, tidak semua carrier itu secara medis kondisi tubuhnya sakit. Namun justru mereka dalam kondisi sehat.
“Karena banyak sekali dari pasien kami itu OTG (Orang Tanpa Gejala). Jadi dengan cara inilah satu-satunya cara untuk mengetahui siapa sebetulnya yang terindikasi carrier atau pembawa COVID-19,” kata dia.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




