Kamis, 03 Desember 2020 05:11

Ada ​'Danau' Hijau Eksotik di Jember, Terbentuk dari Bekas Galian Tambang Batu

Minggu, 14 Juni 2020 21:34 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Indrawan
Ada ​
Bekas galian tambang batu yang kini jadi danau mendadak viral di kalangan pemuda Kalisat, Jember.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Sebuah danau dengan air berwarna hijau yang berada di bekas galian tambang batu piring Dusun Karang Paiton, Desa Gumuksari, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, mendadak viral. Menurut keterangawan warga sekitar, danau yang tidak jauh dari Stasiun Kotok itu mempunyai luas kurang lebih 140 meter persegi dengan kedalaman sekitar 4 meter.

Danau itu terbentuk dari kubangan bekas tambang yang kemudian menampung air hujan sejak 5 tahun lalu. Sementara kegiatan pertambangan di lokasi tersebut, memang sejak lama ditinggal begitu saja oleh pengelolanya.

Wage Siswanto, salah seorang warga, mengatakan keberadaan danau tersebut mulai dikenal, setelah sejumlah remaja yang berkunjung memposting foto bekas tambang tersebut ke media sosial. Danau tersebut akhirnya viral, dan semakin banyak remaja yang datang untuk memanfaatkannya sebagai obyek swafoto.

"Disebut danau hijau itu, karena sebutan warga saja. Karena kalau dilihat kan seperti airnya hijau. Eksotik juga kalau dilihat. Tapi kalau terbentuknya danau ini, karena dulunya bekas galian tambang batu piring. Tapi sekitar 5 tahunan lalu, dan sekarang jadi danau ini," kata Wage saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (14/6/2020) sore.

"Terbentuklah danau itu, karena menampung air hujan. Tapi tidak hanya dari hujan airnya, di dekat sini juga ada sumber mata air dari gumuk yang mengisi airnya. Kalau musim kemarau airnya lebih sedikit. Tapi kalau hujan semakin banyak airnya, dan kedalaman juga bertambah," ulasnya.

Keberadaan danau hijau itu pun, kata pria yang juga mantan Ketua BPD setempat ini, pernah dimanfaatkan oleh warga untuk kolam pemancingan.

"Dulu diberi bibit lele, buat mancing. Tapi gak tahu lagi sekarang, kayaknya sudah lama tidak ada yang mancing. Terus sekarang dipakai lokasi selfie (swafoto, red) sama anak-anak muda itu, jadi mulai dikenal," ungkapnya.

Apakah dimanfaatkan untuk berenang? "Kalau untuk pemandian atau renang, tidak ada yang berani. Karena airnya kan tidak mengalir, hanya menampung saja. Apalagi warnanya hijau, takut gatal-gatal," katanya.

"Luasnya kurang lebih 70x70 meter persegi, dan kedalamannya tergantung hujan. Kalau kemarau lebih sedikit. Kalau musim penghujan lebih luas lagi danaunya," jelasnya menambahkan.

Sementara Ahmad Hari Anggara, salah satu remaja 16 tahun yang kebetulan berkunjung ke bekas tambang itu, mengaku pertama kali mengetahui keberadaan danau ini sekitar setahun yang lalu.

"Saat itu pulang sekolah, atau hari Minggu seperti sekarang ini, saya dan teman-teman main-main ke sini. Sekadar untuk mencari hiburan melihat alamnya, atau selfie (swafoto, red) gitu," kata pria yang akrab dipanggil Angga ini.

Warga Kalisat tersebut mengatakan akhir-akhir ini sering berkunjung ke lokasi danau hijau bersama 3 orang temannya. Pasalnya, situasi pandemik Covid-19 membuat sekolahnya diliburkan.

"Saya kan dari Kalisat, dekat dengan danau ini. Jadi main-main ke sini. Juga mencari hiburan. Bosan di rumah terus," katanya. (jbr1/yud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...