Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pemkab Tuban tengah melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Hal itu berdampak pada pemotongan anggaran yang sebelumnya telah direncanakan untuk pembangunan infrastruktur.
Untuk itu, Pemkab Tuban melakukan sejumlah skenario agar pembangunan infrastruktur yang sudah direncanakan bakal terus berlanjut. Salah satunya melalui Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) tahun 2020.
BACA JUGA:
- Kabel Fiber Optik Semrawut di Tuban, Dewan Dorong Perda Utilitas
- Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Baru Tuban Capai Miliaran Rupiah, Bupati Lindra Siapkan Revitalisasi
- Mangkrak Sejak 2021 Karena Tak Sesuai Standar MA, Nasib Gedung Baru PN Tuban Belum Jelas
- Antisipasi Lonjakan Harga, Pemkab Tuban Perketat Pengawasan Bahan Pokok
"Kelanjutan pembangunan infrastruktur ini tidak mungkin menggunakan dana yang telah direfocusing sehingga nanti akan dibahas dalam P-APBD 2020," jelas Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (11/6).
Selain itu, jika dimungkinkan Pemkab Tuban berencana menggunakan dana SiLPA tahun lalu untuk melanjutkan rencana pembangunan infrastruktur. Dengan begitu, pembangunan infrastruktur bisa dikerjakan meski di tengah pandemi Covid-19.
"Jika memungkinkan bisa menggunakan dana SiLPA tahun lalu, tapi tidak semuanya karena sebagian SiLPA juga ditarik untuk Covid-19," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Tuban, M. Miyadi menuturkan, hampir semua anggaran terpotong untuk penanganan pandemi Covid-19. Akibatnya, sejumlah proyek infrastruktur belum dilaksanakan proses lelang.
Pihaknya masih menunggu proses P-APBD nanti, apakah dimungkinkan anggaran untuk kelanjutan pembangunan infrastruktur.
"Hampir semua proyek terkena dampak refocusing anggaran sehingga tidak bisa dilakukan lelang. Jika anggaran Covid-19 tidak terpakai bisa difungsikan untuk infrastruktur," jelasnya. (gun/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






