Menurut Miftahul Hilmi, warga Karangrejo melakukan aksi blokade jalan masuk mulai pukul 09.00-12.00 WIB. "Aksi warga kami akhirnya bisa disudahi setelah adanya perundingan 4 kepala desa terkait dengan dimediasi pejabat Muspika, dan Satgas Pencegahan Covid-19," terangnya.

Dari perundingan tersebut, warga dari sekitar Desa Karangrejo sepakat tak akan mengulangi hal serupa. Yakni menuduh Desa Karangrejo sebagai pembawa virus Corona.
"Alhamdulillah, sudah klir. Mudah-mudahan ke depannya tak ada masalah lagi, " jelasnya.
Miftahul Hilmi menyatakan, bahwa tudingan warga Karangrejo pembawa penyakit sengat tak tepat. Sebab, hanya ada sejumlah warga yang terkena virus Corona.
"Kan hanya beberapa warga kami yang kena. Dan, mereka sudah diisolasi. Siapa yang mau kena penyakit," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




