Selasa, 02 Juni 2020 22:11

AKD Gresik Apresiasi Respons Cepat Pemkab Dalam Pencairan BLT JPS COVID-19

Kamis, 21 Mei 2020 16:31 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
AKD Gresik Apresiasi Respons Cepat Pemkab Dalam Pencairan BLT JPS COVID-19
Ketua AKD Gresik, Nurul Yatim (kiri) bersama pejabat Forkopimka Dukun saat penyerahan BLT JPS dampak COVID-19, Kamis (21/5). foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Gresik mengapresiasi Pemkab Gresik yang cepat merespons tuntutan kepala desa dan lurah agar Bantuan Langsung Tunai (BLT) program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dampak virus COVID-19 bisa dicairkan sebelum lebaran Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

"Alhamdulillah, permintaan kades dan lurah agar BLT JPS dicairkan sebelum lebaran direalisasikan semua," ujar Ketua AKD Kabupaten Gresik, Nurul Yatim kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (21/5).

Mewakili AKD, Nurul Yatim mengucapkan terima kasih terhadap semua pihak Pemkab Gresik yang membantu proses pencairan BLT JPS. "Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati, Wabup, Sekda, Bappeda, BPPKAD, Dinsos, Camat, dan OPD terkait yang bekerja maraton menyelesaikan data, sehingga BLT JPS bisa cair sebelum lebaran," jelas Kades Baron Kecamatan Dukun ini.

Menurut Nurul Yatim, dari total 116 ribu kepala keluarga (KK) calon penerima BLT JPS dampak COVID-19, data yang sudah masuk ke Bappeda dan lolos verifikasi sebanyak 85 ribu KK.

(BACA JUGA: Beli Mobil Siaga di Saat Pandemi Covid-19, Ketua AKD Gresik Dinilai Tak Konsisten dan Diminta Koreksi Diri)

Sebanyak 85 ribu KK itu sudah mendapatkan bantuan yang ditransfer oleh BPPKAD ke rekening desa dan kelurahan masing-masing, Rabu (20/5) kemarin. "Desa dan kelurahan tinggal membagikan kepada KK yang berhak tanpa melihatkan petugas bank seperti BLT Dana Desa (DD). Untuk pencairan ke penerima mulai dilakukan masing-masing desa per hari ini (Kamis) hingga Jumat besok," jelasnya.

Pada kesempatan ini, Nurul Yatim juga menyinggung daftar calon penerima BLT JPS sejumlah desa yang dikembalikan oleh Bappeda karena dianggap tak memenuhi syarat.

Menurutnya, data itu dikembalikan karena Bappeda meminta agar dilakukan verifikasi ulang. "Kami menyadari banyak data yang dikembalikan, karena sinkronisasi data tidak mudah," ungkapnya.

Untuk itu Nurul Yatim berharap, pihak desa segera merevisi data yang tidak layak untuk diajukan kembali ke Bappeda. "Sehingga, setelah lebaran bisa dicairkan semua," harapnya. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Senin, 01 Juni 2020 12:19 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<...