Selasa, 02 Juni 2020 20:38

Tafsir Al-Kahfi 16: Musyrik itu Tradisi (?)

Rabu, 13 Mei 2020 22:51 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Kahfi 16: Musyrik itu Tradisi (?)
Ilustrasi berhala. foto: Busy

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

16. Wa-idzi i’tazaltumuuhum wamaa ya’buduuna illaa allaaha fa’wuu ilaa alkahfi yansyur lakum rabbukum min rahmatihi wayuhayyi’lakum min amrikum mirfaqaan

Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.

TAFSIR AKTUAL

Ayat sebelumnya (15) bertutur tentang tuntutan Tuhan terhadap mereka yang menyembah berhala, bahkan terhadap berhalanya sekalian. Mereka dituntut memberi alasan yang jelas, yang diterima akal, mengapa menyembah berhala dan mengapa si berhala itu mau disembah.

Berhala adalah apa saja, siapa saja yang disembah selain Allah SWT, termasuk manusia. Manusia menyembah manusia. Tentu tidak bisa meberi alasan yang benar. Yang ada hanya ngarang dan kebohongan belaka. Karena syarat mutlak bagi Tuhan adalah Maha Pencipta, bisa mencipta, bukan dicipta.

Dan ayat studi ini membicarakan pemuda goa (ashab al-kahfi) yang menghindari komunitas kafir dan sesembahannya. Lalu pergi ke goa terpencil demi menyelamatkan diri dari kekejaman mereka. Dan benar, Tuhan melindungi dengan cara-Nya sendiri.

Al-Imam 'Atha' al-Khurasany membaca ayat ini dari perspektif teologis terkait tradisi keimanan umat masa lalu. Bahwa pola kemusyrikan itu sejak dulu ada, bahkan tradisinya demikian. Artinya, ya menyembah Allah SWT dan menyembah lain-Nya pula.

Zaman nabi Nuh A.S. misalnya, kaum Nuh sangat mengerti Allah SWT, tapi juga mengkoleksi berhala sesembahan, bahkan lebih dari satu. Ada berhala bernama Wadd, Shuwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr. Perhatikan pula zaman nabi Musa A.S. dan zaman nabi Isa, anak lelaki Maryam A.S. Mereka mengerti Allah, tapi musyrik.

Bedanya, kalau Fir'aun memaksakan rakyat menyembah dirinya, sedangkan Isa A.S. justru menolak dirinya disembah. Kesamaannya, antara Fir'aun dan Isa A.S. sama-sama manusia yang dilahirkan lewat rahim ibu. Sedangkan kesamaan antar pemeluknya, mereka sama-sama manusia yang menyembah manusia dan sama-sama mati semuanya.

Dan terbacalah, bawa ashab al-kahfi ini dulunya juga penyembah Allah SWT dan penyembah selain-Nya. Lalu Allah SWT memberi hidayah kepada mereka, sehingga mampu melepas total sesembahan yang selain Allah, dan hanya Allah SWT saja yang dipilih sebagai Tuhan satu-satunya, lain tidak.

Ayat ini memberi pelajaran kepada kita, bahwa tradisi itu tidak mesti baik, lalu dilestarikan. Justru harus dikoreksi, harus diubah, dan wajib ditinggalkan bila berlawanan dengan agama. Untuk itu, studi agama versus budaya menyajikan tiga pendekatan:

Pertama, Tahmil (akomodatif). Artinya, budaya atau tradisi yang cocok dengan agama, maka diapresiasi, diambil sebagai sesuatu yang bagus yang mesti dilestarikan. Malahan agama menggunakannya sebagai rujukan masalah tertentu. Semisal besaran nafkah kepada istri.

Al-Qur'an hanya menyatakan secara umum. Bagi suami yang kaya, maka memberi nafkah seukuran orang kaya. Dan bagi yang miskin, seukuran orang miskin. Ya, tapi berapa? Pedomannya disesuaikan pribadi dan kepantasan masing-masing dengan merujuk tradisi daerah setempat. Atau seperti tradisi sedekah desa. Di desa tertentu masih ada tradisi sedekahan secara massal dengan tujuan menyantuni mereka yang membutuhkan, atau menolak balak.

Kedua, taghyir (korektif). Tradisi yang kurang atau tidak sesuai dengan agama, sebisanya dikoreksi dengan tetap memelihara esensinya. Seperti tradisi sedekah yang disajikan di pepunden atau tempat sesembahan atau di bawah pohon angker tertuju kepada Dayang atau Sing Baurekso. Para kiai dulu mengubahnya secara perlahan dan dialihkan ke masjid. Sang imam, kiai atau ustadz mesti arif dan mengalihkan. Dari yang semula dipersembahkan kepada Dayang kemusyrikan, menjadi hanya kepada Allah SWT saja.

Ketiga, Tathrid (penetratif, penolakan). Tradisi yang bertentangan dengan agama dan hingga tidak bisa direka atau diarahkan sesuai agama, maka wajib ditolak dan dibuang. Larung sesaji, meski arahnya sedekah laut, tapi karena dipersembahkan kepada Dewa Laut (bukan Allah) dengan membuang kepala sapi, makanan ke laut secara mubadzir, maka harus dihentikan. Tidak bisa dengan alasan memberi makan ikan di laut, karena tidak jelas. Lebih jelas disedekahkan kepada fakir dan miskin yang sudah nyata. Allah a'lam.

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir, Pengasuh Rubrik Tafsir Alquran Aktual HARIAN BANGSA, dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Senin, 01 Juni 2020 12:19 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<...