Kamis, 29 Juli 2021 04:08

Seniman tak Diperhatikan, Ketua DK3P Gelar Aksi Jalan Kaki Jualan Alat-alat Seni dan Budaya

Rabu, 13 Mei 2020 19:44 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Ahmad Fuad
Seniman tak Diperhatikan, Ketua DK3P Gelar Aksi Jalan Kaki Jualan Alat-alat Seni dan Budaya
Ki Bagong Sabdo Sinukarto, Ketua DK3P Kabupaten Pasuruan memikul alat kesenian di Halaman Kantor Pemkab.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Ki Bagong Sabdo Sinukarto, Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan (DK3P), melakukan aksi berjualan barang-barang kesenian dengan berjalan kaki, dimulai dari Pendopo Kabupaten Pasuruan hingga ke Kantor Pemkab, Rabu (13/5/2020) siang

Aksi jalan kaki dengan jarak tempuh kurang lebih 2 kilometer ini dilakukan, karena para seniman di Pasuruan tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah, apalagi bantuan saat pandemi Covid-19.

Dalam aksinya, Ki Bagong berjalan kaki memikul barang-barang alat kesenian dan kebudayaan yang bertuliskan, "dijual". Di lehernya, terkalung sebuah tulisan yang berbunyi "Pak Bupati, Pak Ketua DPRD, Pean tumbas barang-barang kulo, damel nedho".

Ketua DK3P itu juga menyuarakan aksinya dengan berkata, "Tolong belilah jualanku ini, agar para seniman dapat menyambung hidup di tengah pandemi Covid-19 ini".

BACA JUGA : 

Wali Kota Pasuruan Hadiri Paripurna Pertanggungjawaban APBD TA 2020

Perluas Target Vaksinasi Covid-19, Dinkes Kabupaten Pasuruan Sasar Masyarakat Umum dan Remaja

Undang Camat dan Lurah, Pemkot Pasuruan Sosialisasikan Imbauan Persiapan Iduladha 1442 H

Sidak Hewan Kurban, Petugas DPKP Kabupaten Pasuruan Dapati Ternak Sakit Ringan

Adapun barang-barang yang dijualnya, seperti topeng, blangkon, udeng, keris, wayang, pecut, kuda lumping, gelang, dan lain sebagainya.

Aksi ini dilakukan, agar pemerintah Kabupaten Pasuruan, setidaknya membeli barang-barang kesenian, atau memberi bantuan yang nyata untuk para pelaku seni di Pasuruan.

"Apakah para seniman ini dibiarkan mati kelaparan begitu saja?," tanya Ki Bagong sambil orasi.

Sayang aksi berjalan kaki seorang diri ini tak mendapat respons dari pemkab maupun dinas terkait. "Saya gak butuh ditemui, tapi pemerintah kalau mau berikanlah sumbangan, jangan hanya janji," pungkas Ki Bagong. (afa/zar) 

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...