Derita Warga Miskin Asal Sekapuk, Tak Bisa Bayar Biaya Berobat di RSUD Ibnu Sina Gresik

Derita Warga Miskin Asal Sekapuk, Tak Bisa Bayar Biaya Berobat di RSUD Ibnu Sina Gresik Husna Faiqoh sedang ditemani ibunya (Khotimah) dan Kepala YDSF Gresik Aries Munandar, saat menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina. foto: ist

Sebenarnya saat berobat di RSUD Ibnu Sina, ia pernah digratiskan karena tak memiliki biaya, dan tak punya kartu BPJS. "Kami dibantu Pak Maftukan (Wadir Ibnu Sina) biaya pengobatan anak kami, dan digratiskan saat itu," ungkapnya.

Namun, untuk berobat terakhir saat anaknya masuk UGD RSUD Ibnu Sina,  murni sebagai pasien biasa (umum) tanpa BPJS. "Sehingga, ketika kami diberi tahu boleh pulang, kami masih bingung cari pinjaman untuk membayar biaya. Dan untungnya kami ketemu dengan petugas dari YDSF Gresik. Akhirnya, kami dibantu biaya berobat," urainya.

Khusnul Khotimah bercerita, sebelum indekos di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, ia bersama suami H. Ali Mustajab dan anaknya, tinggal di Jalan Opas 6/8 Perumahan PPS Manyar. Pada tahun 2015 suaminya meninggal setelah terkena penyakit komplikasi.

"Rumah terpaksa kami jual untuk biaya berobat suami. Kemudian kami tinggal di kos-kosan," akunya.

Sementara Kepala YDSF Gresik Aries Munandar membenarkan telah membantu biaya berobat Husna Faiqoh di RSUD Ibnu Sina, anak dari Khusnul Khotimah. Saat itu, Khusnul Khotimah memang sempat bertandang ke YDSF Gresik dan mengutarakan, lagi kesulitan uang untuk membayar biaya berobat anaknya.

"Lembaga kami menerima zakat dan sedekah dari masyarakat. Kami hanya ikut membantu menyalurkan kepada yang berhak, termasuk Ny. Khusnul Khotimah yang membutuhkan," kata Aries. (hud/ian)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO