Sabtu, 30 Mei 2020 13:00

​Fiqh Antisipatif, Apa itu? Ini Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir

Senin, 04 Mei 2020 16:14 WIB
Editor: MA
​Fiqh Antisipatif, Apa itu? Ini Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir
KH Afifuddin Muhajir. Foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Para ulama tempo dulu ternyata tidak hanya alim dan cerdas, tapi juga punya pandangan futuristik (jauh ke depan). Terutama dalam ranah fiqh. “Ada yang namanya fiqh iftiradly atau fiqh antisipatif,” kata KH Afifuddin Muhajir, penulis kitab Fathu Al-Mujib Al-Qarib, kepada BANGSAONLINE.com, Senin (4/5/2020).

Kiai Afifuddin Muhajir menjelaskan bahwa fiqh antisipasif adalah rumusan hukum Islam yang dibuat oleh ulama tempo dulu dengan didasarkan pada pengandaian. “Jadi didasarkan pada peristiwa yang belum terjadi. Tapi pada saatnya (hukum itu) benar-benar dibutuhkan, seperti saat ini (covid-19),” kata Kiai Afifuddin Muhajir yang sehari-harinya aktif sebagai wakil pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur.

“Jadi (fiqh antisipasif) itu dibangun atas dasar pengandaian. Yakni mengandaikan terjadinya masalah atau kasus yang hakikatnya belum terjadi dalam kenyataan. Kemudian diadakan ijtihad dalam rangka menjelaskan hukum-hukumnya,” kata Wakil Rais Syuriah PBNU itu.

Lalu untuk apa fiqh antisipatif itu dibuat? Menurut Kiai Afifudin ada dua tujuannya. Pertama, ulama jaman dulu merumuskan fiqh iftiradly atau antisipasif itu sebagai persiapan. “Jangan-jangan masalah yang diandaikan itu benar-benar terjadi,” kata kiai yang dikenal santun itu.

Tujuan kedua, tutur Kiai Afifuddin, untuk melatih para pencari ilmu yaitu santri atau murid dalam menangani masalah yang diandaikan itu. “Imam Abu Hanifah adalah tokoh terkemuka (dalam fiqh iftiradly ini), meski Imam yang lain juga melakukan hal yang sama,” kata Kiai Afifuddin Muhajir.

Apa ada rujukan Haditsnya, Kiai? Kiai Afifuddin Muhajir lalu mengutip Hadits Shahih-Bukhari (muttafaq alaih) yang menceritakan sahabat Miqdad bin Amri Al-Kindi. Menurut Kiai Afifuddin, Miqdad bertanya kepada Rasulullah SAW. 

“Bagaimana pandangan Rasulullah jika saya bertemu orang kafir, kemudian saya bertengkar atau berperang. Kemudian orang kafir itu memukul (menebas) salah satu dari dua tangan saya dengan pedangnya, sehingga tangan saya putus. Tapi orang kafir itu kemudian bersembunyi, berlindung di bawah pohon. Lalu orang kafir itu mengatakan aslamtu billahi, saya pasrah kepada Allah, takluk. Apakah boleh saya membunuh orang kafir itu, setelah orang itu mengucapkan kata-kata itu,” tanya Miqdad kepada Rasulullah.

Rasullullah menjawab, “Kamu tak boleh membunuhnya,”.

Miqdad lalu berkata, “Orang kafir itu telah benar-benar memotong tangan saya hingga putus. Setelah ia memotong tangan saya, ia baru mengucapkan kalimat itu (aslamtu billahi).”

Rasulullah tetap mengatakan  bahwa Miqdad tak boleh membunuh orang kafir yang sudah mengatakan aslamtu billahi itu. "Jika engkau membunuh, maka posisi orang itu sama dengan posisimu sebelum engkau membunuhnya. Dan posisimu sama dengan posisi dia sewaktu orang itu belum mengucapkan kalimat itu," dawuh Rasulullah SAW. (MA) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...