Salah satu santriwati asal Indramayu saat di gedung observasi, sebelum akhirnya bisa pulang ke daerah asalnya. (foto: ist)
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabar beredar di medsos terutama di grup WhatsApp, bahwa ada warga yang nekat mudik dari Kediri ke Indramayu, disuruh balik menjelang tengah malam, Rabu (29/04). Ternyata, kabar tersebut tak sepenuhnya benar.
Informasi yang dihimpun, mereka ternyata adalah 5 orang santri dan santriwati dari Malang yang hendak menuju Indramayu, karena Ponpes memang memulangkan santrinya. Mereka pulang dengan naik bus. Namun, bus yang mereka tumpangi menurunkannya di Terminal Tamanan, Kota Kediri.
BACA JUGA:
- Ini Bantahan Dandim 0809 Kediri soal Viralnya Video Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih
- Halaqah Keuangan Haji Kediri: Strategi BPKH Optimalkan Dana Jemaah dan Solusi Pangkas Antrean
- Wali Kota Kediri Berangkatkan 1.100 Pekerja Hadiri Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk
- Operasi 'Jumat Gaul' di Kabupaten Kediri, Empat Pelanggar Lalin dan Kerumunan Pemuda Ditertibkan
“Sudah malam, tidak ada kendaraan ke Nganjuk. Makanya kami menginap di hotel menunggu pagi,” kata Khalifah Tussallamah (21 tahun), salah satu santriwati.
Khalifah sebenarnya tahu bahwa saat ini dilarang mudik. Hanya saja menurut Khalifah, dirinya tidak mudik, tapi pulang kampung.
"Saya kan nggak mudik, saya pulang kampung. Pondok memulangkan santrinya, jadi tidak ada yang tinggal di pondok. Kalau tetap tinggal, makan akan susah, dan uang kami juga menipis," tambah Khalifah yang sudah mondok 4 tahun di Malang.
Niatnya, dia akan melanjutkan perjalanan keesokan hari. Namun rupanya, kedatangan mereka menimbulkan keresahan warga sekitar terminal yang melihat. Warga sadar bahwa setiap pendatang harus lapor dulu ke Ruang Observasi. Oleh karena itu, warga pun melaporkan ke Satpol PP yang sedang bertugas.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




