Almarhum sempat dinyatakan sembuh dari Covid-19 sebelum akhirnya meninggal dunia.
Didukung dengan kondisi klinis pasien yang membaik, karena sudah tidak memerlukan bantuan oksigen serta nafsu makan dan minum yang membaik. Oleh karenanya, pihak rumah sakit memulangkan pasien.
"Namun saat di rumah, pasien muntah darah dan pihak keluarga membawanya ke IGD ke Puskesmas Blega sekitar pukul 22.00 WIB," ujarnya.
Saat tiba di IGD Puskesmas, Agus mengatakan kondisi pasien sangat lemah dan mengalami sesak napas. Bahkan, keadaan trombositnya hanya 15 ribu dari kondisi normal seharusnya 150 ribu. Sehingga risiko pendarahan sangat tinggi.
Atas keadaan ini, tim medis Puskesmas Blega melakukan konsultasi dengan tim dokter RSUD Syamrabu. Di mana dari hasil konsultasi tersebut, Puskesmas Blega diminta koordinasi dengan rumah sakit tipe A di Surabaya untuk merujuk pasien.
"Namun sayangnya, di saat proses koordinasi dengan rumah sakit tujuan, pasien meninggal dunia sekitar pukul 22.35 WIB," pungkasnya. (ida/uzi/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




