Dari kiri, Habib Abu Bakar, Kades Hariono, Kepala BPN Baskoro Waluyo, dan anggota TNI.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pasuruan menyalurkan ratusan sembako dan masker kepada dua desa di Kecamatan Rembang, yakni Desa Oro-oro Ombo Kulon dan Desa Oro-oro Ombo Wetan, Kamis (16/4).
Kepala Desa Oro-oro Ombo Wetan Edik Sukwantoro mengatakan, bantuan ini merupakan pertama kalinya yang diterima pemdes. "Selama ada bencana Covid-19 ini mas, memang belum ada bantuan sama sekali dari pemerintah. Makanya, kami merasa syukur sekali ada bantuan gini," jelas Edik kepada HARIAN BANGSA saat ditemui di kantornya, Kamis (16/4).
BACA JUGA:
- Fasilitasi Masyarakat di Luar Hari Kerja, Kantah Kabupaten Pasuruan Kembali Adakan Pelataran
- Kantah Pasuruan Gelar Kegiatan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan PPAT Baru
- Menteri ATR/BPN Gelar Seleksi Pengisian KRS Jabatan Pengawas Tahun 2025
- Kantah Kabupaten Pasuruan Laksanakan Pemantauan Lapang di Desa Kenep Kecamatan Beji
Begitu juga dengan Kepala Desa Oro-oro Ombo Kulon, Hariono. Mewakili pemerintah desanya, ia mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut. "Selaku kepala desa, kami merasa senang sekali dengan bantuan ini, sebab ini meringankan beban tugas kami selaku perwakilan pemerintah desa," tandasnya.
Sementara kepala BPN Pasuruan, Baskoro Waluyo, S.H., M.Hum. menyampaikan tujuan pihaknya membagikan sembako tersebut, untuk membantu meringankan beban kaum dhuafa' dan anak yatim.

"BPN berniatan menyumbangkan sedikit sembako ini, dikarenakan ada bencana Covid-19 yang berdampak pada ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, kami menyumbang sembako ini. Meskipun sedikit, semoga bermanfaat," ujarnya.
Baskoro juga berharap, bencana Covid-19 segera berakhir, sehingga masyarakat bisa beraktivitas secara normal kembali.
Adapun sembako yang diserahkan kepada warga itu berjumlah 300 paket. Di antaranya, berisi beras, minyak goreng, masker, dan telur.
Pembagian sembako tersebut juga disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat, Habib Abu Bakar Assegaf (Eks Manajer Persekabpas), dan petinggi BPN Sukardi. (afa/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




