Rabu, 12 Agustus 2020 13:33

Polres Kediri Ungkap Prostitusi Online, Dua Mucikari Asal Surabaya Ditangkap

Senin, 30 Maret 2020 13:09 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Muji Harjita
Polres Kediri Ungkap Prostitusi Online, Dua Mucikari Asal Surabaya Ditangkap
Kasubbag Humas Polres Kediri, AKP Purnomo dan Kasatreskrim AKP Gilang Akbar (tengah) saat menunjukkan barang bukti.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Polres Kediri berhasil mengungkap praktik prostitusi online dan berhasil menangkap dua mucikari yang nekat menyediakan jasa kencan melalui akun media sosial (medsos) atau prostitusi online.

Dua mucikari itu adalah Nadia Ainnisa Farchany (21) asal Jalan Ngagel Madya dan Dina Afrina (24) asal Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono melalui Kasubbag Humas AKP Purnomo mengatakan, penangkapan kedua mucikari berawal dari informasi mengenai adanya praktik prostitusi online di salah satu hotel yang berada di Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri.

“Saat dilakukan pemeriksaan di lokasi, ternyata benar ada pratik tersebut di salah satu kamar hotel,” kata AKP Purnomo, Senin (30/3).

Pada saat dilakukan penggerebekan, lanjut AKP Purnomo, di dalam kamar hotel tersebut ada tiga pasangan bukan suami istri.

Ada dua perempuan yang mengaku dipekerjakan oleh pelaku (Nadia). Mereka adalah AH (33) asal Kecamatan Wonokromo, dan YN (24) asal Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

"Keduanya, menjelaskan bahwa mereka diperkerjakan untuk menjadi teman kencan laki-laki hidung belang," terang Purnomo.

Masih menurut AKP Purnomo, kedua mucikari ini menawarkan jasa atau layanan prostitusi melalui medsos WhatsApp (WA). Dari hasil pemeriksaan penyidik unit PPA Satreskrim Polres Kediri, salah satu perempuan yang dipekerjakan oleh Nadia, juga dipekerjakan oleh pelaku lainnya, yaitu Dina.

"Setelah penggerebekan yang kami lakukan sebelumnya, ternyata ada mucikari lainnya yang dipekerjakan melalui WA dari kawasan Surabaya," tambahnya.

Untuk sekali kencan, pelaku memasang tarif kepada laki-laki hidung belang sebesar Rp 3 juta. "Dari tarif tersebut, YN menyetorkan Rp 1 juta kepada mucikarinya. Untuk pelaku, kami menduga dia melanggar Pasal 296 dan 506 KUHP. Kami juga menyayangkan pratik tersebut, selain melanggar hukum, praktik tersebut juga dilakukan di tengah wabah virus Corona," pungkas AKP Purnomo. (uji/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...