Bupati saat video conference dengan Gubernur Jawa Timur didampingi Sekretaris Daerah Ir. Edy Rasiyadi, beserta sejumlah Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Bupati Sumenep, Dr. A. Busyro Karim, mengusulkan adanya pencegahan secara berlapis yang dilakukan Kabupaten dan Kota lainnya di Jawa Timur sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Madura, khususnya Kabupaten Sumenep.
“Kami ingin daerah di Jawa Timur mengadakan pencegahan penularan Covid-19 secara berlapis, khususnya pemeriksaan kesehatan bagi warga yang ingin pulang dan atau berkunjung ke daerah lain,” jelas Bupati saat melakukan video conference dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Ruang VIP Rumah Dinas Bupati Sumenep, Jumat (27/03/2020).
BACA JUGA:
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
Sesuai data, warga yang datang atau berkunjung ke Kabupaten Sumenep berasal dari berbagai daerah, seperti Bali, Jakarta, Banyuwagi, Pontianak, Yogyakarta, dan Surabaya. Bupati berharap sebelum mereka masuk Sumenep, terlebih dahulu diadakan pemeriksaan kesehatan di setiap daerah.
"Sebagai contoh warga yang menuju Sumenep menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Banyuwagi ataupun bus melalui terminal di wilayah Jawa Timur, sebelum berangkat harus dilakukan pemeriksaan kesehatannya terlebih dahulu," katanya.
Pemeriksaan secara berlapis, kata ia, untuk mengetahui kesehatan warga yang ingin pulang atau berkunjung ke daerah lain, apakah dalam keadaan sehat atau sedang kondisi sakit. Jika pemeriksaan kesehatan menemukan warga yang sedang sakit terindikasi virus Corona, maka bisa secepatnya mendapatkan pelayanan kesehatan di daerah setempat, sehingga tidak perlu melanjutkan perjalanan.
“Kita harus mencegah warga yang diketahui terindikasi Covid-19, agar tidak melanjutkan perjalanannya, dan setiap daerah harus secepatnya memberikan layanan kesehatan, agar warga itu tertangani secepatnya, sehingga tidak menularkan kepada masyarakat di daerah lain,” imbuhnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




