Kamis, 13 Agustus 2020 12:53

Upacara Tawur Kesangan Umat Hindu Kabupaten Kediri Tanpa Ogoh-ogoh, Dampak Corona

Selasa, 24 Maret 2020 12:29 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Upacara Tawur Kesangan Umat Hindu Kabupaten Kediri Tanpa Ogoh-ogoh, Dampak Corona
Suasana Upacara Tawur Kesanga di Pura Agung Kerta Bhuwana, Watugede, Puncu, Kabupaten Kediri. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Dengan adanya pandemi Covid-19, Upacara Tawur Agung Kesanga, yang masuk dalam rangkaian ibadah Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1942 digelar oleh PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Kabupaten Kediri, dengan tidak mendatangkan banyak orang.

Upacara dipusatkan di Pura Agung Kerta Bhuwana, Dusun Sawahan, Desa Watugede, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Selasa (24/3) pagi.

Dalam upacara Tawur Kesanga kali ini, pesertanya hanya diwakili oleh 1 pemangku dari masing-masing Pura Desa untuk mengambil Tirta.

Selain itu, juga tanpa mendatangkan ogoh-ogoh.

Tawur Kesanga adalah upacara pecaruan yang diadakan setahun sekali yang tepat pada tilem kesanga, yaitu setiap akhir pergatian tahun saka yang diatur dalam beberapa lontar.

"Tawur Kesanga dilangsungkan umat manusia dengan tujuan membuat dan memohon kepada Tuhan untuk kesejahteraan alam lingkungan," ujar Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Kediri, Murtaji.

Ia mengatakan bahwa Upacara Tawur Agung Kesanga merupakan rangkaian ritual dalam peringatan Hari Raya Nyepi.

Menurutnya upacara tersebut tak mungkin ditiadakan atau diundur. Sehingga upacara ini tetap digelar, meski di tengah penyebaran virus corona (Covid-19).

Menurut Murtaji, pelaksanaan acara ini juga mengacu pada Surat Keputusan PHDI Pusat tentang Pelaksanaan Tawur Agung Kesanga.

"Hanya saja diatur jumlah massanya, dengan meminimalisir jumlah peserta dan melaksanakan protokol Covid-19," kata Murtaji, Selasa (24/3).

Dijelaskan oleh Murtaji, bahwa Polres Kediri awalnya tidak mengizinkan upacara tawur kesanga ini digelar, dengan pertimbangan merebaknya Covid-19. "Namun karena kami sebagai lembaga yang harus melaksanakan upacara ini, maka upacara ini tetap kami laksanakan dengan melibatkan perwakilan saja. Tempatnya pun juga kami pindahkan yang semula. Rencananya di perempatan Garuda Pare, yang tentunya akan mengundang banyak masa, akhirnya kami pindahkan ke Pura Agung Kerta Bhuwana ini dan pesertanya juga tidak banyak," terang Murtaji.

Masih menurut Murtaji, pelaksanaannya juga lebih awal, yang biasanya dimulai jam 09.00 WIB, kali ini dilaksanakan mulai jam 05.00 WIB dan jam 06.30 WIB sudah selesai.

"Agar bakti kepada agama tidak berkurang, maka pelaksanaanya dibuat sangat sederhana. Biasanya ada arak-arak ogoh-ogoh, kali ini ditiadakan. Memang kita tidak bisa lepas dalam pelaksanaan bakti kita kepada agama, tapi kita harus tetap tunduk pada pemerintah, karena di dalam ajaran Hindu, pemerintah itu juga merupakan guru. Makanya kita dukung penuh upaya Pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19 ini, dengan tidak menggelar upacara yang mendatangkan banyak orang," pungkas Murtaji. (uji/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...