Guna mencegah penyebaran virus Corona, tiap-tiap desa melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungannya masing-masing.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Jumlah Orang Dalam Risiko (ODR) Covid-19 di Kota Batu meningkat tajam menjadi 303 orang. Padahal pada pada 21 Maret 2020 kemarin hanya berjumlah 106 orang. Demikian juga dengan Orang Dalam Pemantauan (ODP) meningkat menjadi 34 orang. Padahal per 21 Maret 2020 masih 16 orang.
"Ini data dari Dinas Kesehatan. Namun terkait dengan penyebab meningkatnya jumlah ODR yang terus meningkat, yang bisa menjelaskan adalah Dinkes," ungkap Mochammad Agoes Machmoedi, Kepala Disinfokom yang juga Koordinator Bidang Infokom dalam Gugus Tugas PBNPP Covid-19 Kota Batu, Senin (23/3) sore.
BACA JUGA:
- DPRD Kota Batu Soroti Alih Fungsi Lahan hingga Aset Daerah dalam Pembahasan Tiga Raperda
- Dewan Pendidikan Kota Batu Lakukan Monitoring dan Evaluasi Asesmen di Sejumlah Sekolah
- Peringati Hardiknas 2026, Pemkot Batu Genjot Beasiswa 1000 Sarjana dan Kampanye Anti-Bullying
- Siap Taati Aturan, Pengacara Mikutopia Sebut Amdal Masih dalam Proses
Disinggung tentang kabar ditetapkannya Surabaya dan Malang sebagai wilayah transmisi lokal Covid-19 yang beredar di media sosial, Agoes tidak berani memastikan informasi tersebut.
"Memang banyak informasi berseliweran yang ada di masyarakat. Tentunya kami hanya mengambil sumber informasi yang resmi. Namun nanti kami cek dulu kebenaran informasi tersebut," jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan Agung Sedayu, Pelaksana Harian Gugus Tugas PBNPP Covid-19. Menurutnya, informasi jumlah ODR Covid-19 yang mengalami kenaikan itu memang benar. Namun, ia juga tidak berani menjawab penyebab pasti kenaikan jumlah ODR maupun ODP covid-19 di Kota Batu.
"Ya, benar. Tapi saya tidak tahu apa alasan kenaikan jumlah ODR dan ODP ini. Dinkes yang tahu," tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




