Rabu, 21 Oktober 2020 08:39

Tips Tetap Bugar & Gembira Saat di Rumah Selama Wabah Corona

Minggu, 22 Maret 2020 00:47 WIB
Editor: Redaksi
Tips Tetap Bugar & Gembira Saat di Rumah Selama Wabah Corona
Ilustrasi. foto: sehatq

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan COVID-19 menjadi pandemi dunia setelah persebaran virus secara geografi yang telah mencapai 114 negara. Pemerintah Indonesia akhirnya mengumumkan COVID-19 sebagai bencana nasional.

Pemerintah mengeluarkan imbauan untuk melakukan social distancing dengan membatasi pergerakan ke luar rumah untuk bertemu dengan banyak orang. Social distancing merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19).

Presiden Joko Widodo meminta segenap masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona dan penyakit COVID-19 dengan memulai mengurangi aktivitas di luar rumah: "Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah".

Sebagai salah satu profesi kesehatan dalam sistem kesehatan nasional Indonesia, fisioterapi telah berkiprah lebih dari 50 tahun di negeri ini. Menanggapi perkembangan wabah COVID-19, organisasi profesi fisioterapi Indonesia yang beranggotakan 16.044 fisioterapis yang tersebar di seluruh Indonesia, Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) mendukung kebijakan pemerintah dan turut serta bahu membahu bersama tenaga kesehatan lain dalam menanggulangi penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Dampak Imbauan Tinggal di Rumah

Meski pemerintah telah mengimbau untuk tetap tinggal di rumah, bagi sebagian orang, tinggal di rumah bukan perkara yang mudah. Faktor ekonomi dan pekerjaan mengharuskan beberapa orang harus keluar rumah. Hal itu bisa dipahami, bila harus meninggalkan rumah tetap jaga kebersihan, rajin cuci tangan, jaga jarak 1,5 meter, sebisa mungkin hindari kerumunan, gunakan masker jika sakit, jangan menyentuh area mata, hidung dan mulut. Segera mandi setiba di rumah, sebelum menyentuh benda-benda dan keluarga.

Tetap tinggal di rumah adalah pilihan paling aman saat ini, namun tinggal di rumah dengan ruang gerak terbatas dalam waktu lama dapat membuat seseorang cenderung malas bergerak dan bisa menimbulkan problem kesehatan akibat kurang gerak.

Tinggal di rumah terus menerus juga bisa berdampak pada kesehatan mental bagi anak-anak maupun orang dewasa. Masa social distancing membuat orang merasa penat dan merasa terkurung. Ditambah lagi dengan kecemasan akibat bombardir pemberitaan melalui media terkait ancaman virus COVID-19.

Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) memandang hal ini merupakan problem kesehatan lain dampak dari virus COVID-19 yang juga harus diperhatikan.

Rekomendasi Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Saat Harus Tinggal di Rumah

Untuk menghindari problem kesehatan dampak dari imbauan tinggal di rumah, Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) menganjurkan masyarakat Indonesia untuk tetap melakukan aktivitas fisik atau gerak badan selama tinggal di rumah untuk menjaga kesehatan.

Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) juga menginstruksikan kepada seluruh anggota untuk proaktif dalam menanggulangi dampak fisik dan psikis saat masa social distancing dengan edukasi gaya hidup aktif, meski tinggal di rumah kepada masyarakat luas melalui berbagai media online.

Banyak riset menunjukkan manfaat olahraga dan aktivitas fisik bagi kesehatan, antara lain: (1) meningkatkan kebugaran, (2) mengurangi stress dan kecemasan, (3) meningkatkan imunitas tubuh.

“Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) menganjurkan masyarakat untuk gerak badan level moderat di rumah dengan dosis 30 menit sehari, 3-5 kali sepekan”.

Para guru dan pendidik hendaknya juga memperhatikan dampak fisik dan psikis para siswa dan orang tua. Penugasan di rumah hendaknya tidak menambah beban psikis di masa social distancing ini. Berikan anjuran untuk melakukan gerak badan dan aktivitas fisik agar siswa tetap sehat dan bugar saat libur masa social distancing.

Ikatan Fisioterapi Indoneasia (IFI) juga mengimbau agar media cetak, elektronik dan digital turut mengampanyekan pentingnya aktivitas fisik dan gerak badan untuk meningkatkan kebugaran, mengurangi stress dan kejenuhan, dan meningkatkan imunitas tubuh.

Berikut ini adalah ide gerak badan dan aktifitas fisik yang bisa dilakukan di rumah di saat masa social distancing:

1. Jalan kaki keliling rumah adalah pilihan gerak tubuh yang paling murah. Jalan kaki bisa dilakukan oleh semua umur - termasuk bagi lansia. Untuk menambah keseruan, buatlah lomba jalan cepat dengan putra-putri anda yang sedang libur.

2. Jika ingin gerak tubuh yang lebih menantang dari sekadar jalan, tangga di rumah juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan aktivitas fisik. Tapi ini tidak direkomendasikan bagi lansia, orang-orang dengan gangguan keseimbangan, dan anak-anak yang masih memerlukan pengawasan.

3. Saat social distancing, semua pertemuan fisik diganti dengan virtual. Kita bisa memanfaatkan teknologi digital dengan mengikuti senam dari YouTube. Pilih jenis senam dan instruktur yang sesuai dengan kondisi dan selera.

4. Bermain petak umpet, lompat tali, atau ciplak gunung bersama anak-anak dapat menjadi aktivitas fisik yang menyenangkan sekaligus menyehatkan.

5. Tinggal di rumah di masa social distancing bisa jadi kesempatan menata ulang layout ruangan. Bersih-bersih dan memindah perabot rumah termasuk aktivitas fisik yang membakar kalori dan meningkatkan produksi hormon yang baik bagi tubuh.

6. Olahraga di rumah dapat dilakukan sendiri meskipun tanpa alat. Hanya menggunakan berat badan sendiri seperti sit up, back up, pull up, push up , dll. Ikatan Fisioterapi Indonesia, dalam website dan media sosial resmi IFI, menyediakan panduan/tutorial olahraga yang bisa dilakukan di rumah sesuai rekomendasi WHO.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 19 Oktober 2020 22:35 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri ternyata memiliki air terjun yang luar biasa indahnya. Namanya Air Terjun Ngleyangan. Sayangnya, untuk mencapai air terjun yang konon pernah dijadikan tempat bertapa Raja Kediri itu, sangat sulit ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Senin, 28 September 2020 22:43 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*32. waidhrib lahum matsalan rajulayni ja’alnaa li-ahadihimaa jannatayni min a’naabin wahafafnaahumaa binakhlin waja’alnaa baynahumaa zar’aanDan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua...
Sabtu, 17 Oktober 2020 14:42 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...