Sabtu, 31 Juli 2021 02:48

Mulai Besok, Pasien RSUD Tuban Tak Boleh Dibesuk

Selasa, 17 Maret 2020 22:15 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Mulai Besok, Pasien RSUD Tuban Tak Boleh Dibesuk

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Koesma Tuban mulai Rabu (18/3) besok melarang pengunjung untuk membesuk pasien. Tujuannya, sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan penyebaran virus corona di wilayah Tuban.

"Iya betul, mulai Hari Rabu, 18 Maret 2020, kami tidak memerkenankan kepada masyarakat untuk membesuk atau mengunjungi pasien," ujar Direktur RSUD Dr Koesma Tuban, Saiful Hadi saat dikonfirmasi, Selasa (17/3).

Selain itu, mulai besok tiap pasien RSUD Tuban yang sedang rawat inap hanya boleh ditunggu 1 orang. Penunggu itu pun harus dalam keadan sehat dengan usia minimal 15 tahun dan maksimal 60 tahun.

"Penunggu pasien tidak boleh dalam kondisi demam atau flu ataupun sakit ringan. Pemberlakuan ini sangat penting demi mencegah penyebaran virus corona dan bakteri yang lain," paparnya.

BACA JUGA : 

Rasional, Madu, Air Zam-Zam dan Kurma Tangkal Virus Corona, Ini Paparan Kiai Asep

Kurma Efektif Basmi Virus Corona, Ini Penjelasan Kiai Asep di Depan Ribuan Santri Barunya

Sakit Hati Sering Diejek, Pemuda di Tuban Nekat Bacok Tetangga Hingga Luka Cukup Serius

4 Hari 25 Orang Meninggal, Kiai Bangkalan Ini Patahkan Alasan Lebih Takut Allah daripada Corona

Hal ini juga berlaku bagi pasien rawat jalan, hanya boleh ditunggui 1 orang pengantar. Hal itu untuk mengurangi kepadatan pasien rawat jalan.

"Pengumuman ini berlaku mulai besok hingga batas waktu yang telah ditentukan. Untuk informasi mengenai RSUD, pihak manajemen telah menyediakan call center pada nomor 0853-3856-6001," terang Saiful.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Tuban Bambang Priyo Utomo menyampaikan, sesuai rapat koordinasi penanganan Covid-19, Pemkab Tuban telah membentuk Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Selain membentuk tim, pemkab sudah melakukan penyemprotan atau pembersihan menggunakan disinfektan pada masjid dan kantor pelayanan, baik kabupaten, kecamatan maupun desa.

"Termasuk memberlakukan pengunjung rumah sakit agar dibatasi. Karena untuk mengantisipasi penyebaran virus corona," tukasnya.(gun/rev)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...