Rabu, 04 Agustus 2021 06:12

Jual Burung Langka Lewat FB, Pria ini Diringkus Polisi

Selasa, 03 Maret 2020 19:18 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Tuhu Priyono
Jual Burung Langka Lewat FB, Pria ini Diringkus Polisi
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menunjukkan dua ekor Burung Nuri Bayan yang dijual pelaku lewat facebook.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Jual beli secara online memang harus hati-hati dan jeli. Jangan karena memikirkan untung, justru malah buntung.

Seperti yang dialami Agus Setiawan (30), warga Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Ia terpaksa dicokok polisi akibat menjual burung atau satwa yang dilindungi melalui grup Facebook “Pecinta Burung Kakatua dan Komunitas Kicau Mania Malang Selatan”.

Polisi bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur dalam menangani kasus ini.

"Pelaku ini menjual dua ekor burung Nuri Kepala Hitam (Lorius Lory) dan Nuri Bayan (Eclectus Roratus) serta empat ekor burung lainnya melalui group facebook “Pecinta Burung Kakatua Indonesia dan Komunitas Kicau Mania Malang Selatan”," terang Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Selasa (3/3/2020).

BACA JUGA : 

​Ikan Lokal di Jawa Timur Mulai Terancam Punah

Penyelundupan Burung Dilindungi Melalui Tanjung Perak Surabaya Berhasil Digagalkan

Jual Beli Satwa Liar dan Dilindungi Melalui Facebook Dibongkar Polda Jatim dan BKSDA

Bea Cukai Malang Amankan 31.284 Batang Rokok Ilegal

Sesuai pengakuan pelaku, burung-burung itu didapat dari penjaring burung di Sorong, Papua Barat. Selanjutnya, pelaku menjualnya melaui media sosial Facebook menggunakan akun yang bernama Gombes Mbes dan melakukan COD atau bertemu dengan pembelinya.

Apes baginya, karena kedoknya terbongkar saat menggelar transaksi di Warung Pedas Desa Tangkilsari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Ia diamankan polisi setelah petugas berkomunikasi via HP dengan menyamar sebagai pembeli.

"Setelah bertransaksi di salah satu warung, pelaku pun kami amankan beserta barang buktinya dan kami juga membawa barang bukti lain yang kami dapatkan dari rumah pelaku," ungkap Hendri Umar.

Pelaku akan dijerat dengan Pasal 40 ayat 2 junto pasal 21 ayat 2 huruf a UU nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya junto Permen LHK RI tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan 6 burung yang masuk dalam kategori satwa yang dilindungi dan dijual dengan harga Rp 1.900.000,- untuk dua ekor burung jenis Nuri Bayan itu. (thu/rev)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...