Minarak juga membuat kisdam atau bendungan sementara, agar air dari Desa Kedungpeluk tidak masuk ke wilayah Desa Kedungbanteng.
Seperti ramai diberitakan, sudah hampir dua bulan ini banjir melanda sejumlah wilayah RT di Desa Banjarasri dan Desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin. Selain menggenangi rumah-rumah warga, banjir juga menggenangi dua gedung sekolah dan areal persawahan.
Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo Dwidjo Prawito mengatakan, banjir di dua desa ini akibat curah hujan tinggi. Frekuensi hujan di wilayah tersebut juga sering terjadi.
"Karena curah hujan di sekitar Tanggulangin tinggi, frekuensi hujan juga sering terjadi, ditambah lagi tingginya sedimentasi di avur yang ada di desa tersebut," kata Dwidjo,
Sungai di dua desa tersebut memang mengalami pendangkalan. Bahkan tumpukan sampah juga terlihat menyumbat aliran sungai.
BPBD Sidoarjo sendiri juga sudah menurunkan mesin pompa. Mesin pompa untuk menyedot genangan air dan membuangnya ke sungai.
Di sisi lain, Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menjelaskan, saat ini Pemkab Sidoarjo masih melakukan kajian mendalam terkait faktor-faktor penyebab banjir itu. Menurut Cak Nur, timnya saat ini sedang berkoordinasi dengan Minarak mengambil langkah strategis untuk menangani banjir tersebut.
"Sudah kita panggil (Minarak) dan sampai saat ini masih terus kita koordinasikan tentang strategi penanganannya. Pihak Minarak sudah siap membantu kok," pungkas Cak Nur.(cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




