Rabu, 05 Agustus 2020 03:07

Taman Kelinci Desa Mliwang, Wisata Edukasi Terbaru dan Satu-satunya di Tuban

Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Suwandi
Taman Kelinci Desa Mliwang, Wisata Edukasi Terbaru dan Satu-satunya di Tuban
Suasana Taman Kelinci di Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban yang masih akan terus dikembangkan.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dari pusat keramaian.

Wisata edukasi ini sekitar 20 kilometer dari pusat kota. Namun, untuk menunju ke taman kelinci, aksesnya sangat mudah dijangkau.

Sekilas, Taman Kelinci ini memang belum sempurna. Beberapa fasilitas juga belum lengkap. Pasalnya, wisata yang dibangun atas swadaya masyarakat serta di-support oleh PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) anak perusahaan PT Semen Indonesia ini tergolong baru.

Bahkan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sendang Cokro selaku pengelola wisata mengaku masih 'puasa' dalam mengelola lokasi taman kelinci ini. 

Meski demikian, pengunjung sudah ramai, sejak dibuka pada 20 Desember 2019 kemarin. Terutama di akhir pekan.

Dasir (50), Pembina Pokdarwis Sendang Cokro, Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban saat ditemui mengatakan, wisata edukasi taman kelinci terus dilakukan pengembangan. Tahun ini, ia mengaku sudah merencanakan berbagai pembangunan sarana. Di antaranya kolam renang untuk anak-anak, penangkaran rusa, lokasi outbond, dan pelestarian gayam.

"Sementara ini luas taman kelinci sekitar 200 meter persegi. Ya sementara ini dulu sambil dikembangkan pelan-pelan," ungkap Dasir saat ditemui, Jum'at (21/2).

Sejarah Berdirinya Wisata Edukasi Taman Kelinci

Taman Kelinci ini merupakan satu-satunya di Kabupaten Tuban. Meski belum diresmikan, namun wisata ini sudah dikunjungi 200 hingga 300 wisatawan dari berbagai daerah per harinya. Pengunjung itu berasal beberapa kecamatan di Kabupaten Tuban. Terdapat pula pengunjung asal Rembang, Jawa Tengah dan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Pembentukan taman kelinci ini bermula dari segerombolan pemuda yang tengah diskusi. Di tengah obrolan tersebut, tercetus inisiatif pembuatan taman kelinci. Sebab, di Desa Mliwang memang terdapat warga yang sukses beternak kelinci.

Dari situlah, kemudian karang taruna, tokoh masyarakat, dan perangkat desa mulai merencanakan pembangunan wisata edukasi taman kelinci.

"Dari gerombol-gerombol itu, kemudian kami teruskan ke Pemerintah Desa (Pemdes) dan disambungkan denga PT Solusi Bangun Indonesia. Dari situ, proposal kami diiyakan dan diajak studi ke Desa Durensari, Kabupaten Trenggalek," beber Dasir.

Taman Kelinci, Berwisata Edukasi

Bagi para pengunjung yang datang ke lokasi wisata edukasi taman kelinci tak hanya sekadar melihat kelinci berlarian di taman maupun berswafoto. Namun, para pengunjung juga diberi edukasi oleh guide atau pendamping di lokasi wisata tersebut.

Edukasi itu meliputi cara memegang kelinci, cara memberi makan yang benar, dan informasi tentang masa produktifnya kelinci, mulai hamil hingga melahirkan.

Anwar (29), salah satu pendamping wisatawan menerangkan, yang paling banyak mengunjungi wisata ini berasal dari lembaga pendidikan PAUD, TK, dan SD. Setiap berkunjung, para wisawatan diberi wawasan cara memegang, menggendong, memberi makan dan memelihara hewan kelinci yang benar.

Harapannya, pengunjung -utamanya anak-anak- bisa dekat dengan hewan kelinci. "Ya kebanyakan yang datang ke sini foto diri dengan menggendong kelinci," ungkap Anwar.

Untuk harga tiket masuk saat ini dipatok Rp 5.000. Dari pembayaran tiket itu, setiap pengunjung juga mendapatkan seikat kangkung untuk memberi makan kelinci.

Adapun jumlah kelinci di wisata ini sebanyak 200 ekor dan saat ini pengelola terus menambah jumlahnya.

Selain penambahan kelinci, pengelola juga sudah menyiapkan spot foto, warung tempat santai, musholla, gazebo, dan fasum lainnya seperti kamar mandi serta toilet.

"Mohon doanya semoga kedepan terus ada pengembangan dan inovasi. Kami berharap adanya wisata ini nantinya dapat menumbuhkan dan mengembangkan perekonomian masyarakat sekitar," tutur Anwar.

Sementara itu, Fuad Nursef Ghozali, Bagian Community Development Area Tambang Tanah Liat PT. Solusi Bangun Indonesia yang sekaligus ditunjuk sebagai PIC menerangkan, wisata edukasi itu dikembangkan di area konservasi tambang yang tidak masuk dalam IUP. Awalnya daerah itu untuk penghijauan, tetapi banyak tanaman dijadikan pakan ternak, sehingga banyak tanaman yang rusak. Dari situ, lalu diusulkan untuk dikelola dan dikerja samakan dengan desa.

Kemudian, kerja sama itu terjalin dan muncul ide dijadikan tempat wisata supaya tanamannya bisa hijau. Namun, di sisi lain masyarakat juga mendapatkan hasil tanpa harus dijadikan pakan ternak.

"Ide taman kelinci itu berawal dari dua orang di Desa Mliwang yang sukses mengembangbiakan kelinci," ujar Fuad sapaan akrabnya.

Alumnus UGM ini berharap, wisata tersebut memberikan alternatif pendapatan kepada warga Desa Mliwang. Sebab, selama ini sebagian besar lahan pertaniannya masuk menjadi lahan tambang pabrik.

Meski saat ini yang mendapatkan manfaat masih para sukarelawan anggota pokdarwis Sendang Cokro. Akan tetapi, ke depan diharapkan manfaat itu bisa sampai ke warga yang lainya.

Pokdarwis Sendang Cokro sendiri memiliki 24 anggota yang terdiri dari beberapa unsur masyarakat. Mulai dari karang taruna, pemerintah desa, dan tokoh-tokoh desa termasuk tokoh agama.

"Kami sifatnya membantu program kepada warga Desa Mliwang. Karena budget terbatas untuk memaksimalkan hasil. Sehingga, sebagian besar pengerjaannya secara gotong royong," beber Fuad. (gun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...