Kamis, 21 Januari 2021 11:35

Tuntut Keadilan, 37 Warga Banyuwangi Ngontel ke Jakarta Mengadu ke Presiden

Kamis, 20 Februari 2020 19:45 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
Tuntut Keadilan, 37 Warga Banyuwangi Ngontel ke Jakarta Mengadu ke Presiden

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tuban tak menyurutkan semangat 37 warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi untuk terus mengayuh sepeda menuju Istana Negara Jakarta Pusat.

Dengan bekal seadanya, puluhan warga Banyuwangi itu "Ngontel" bareng untuk mencari keadilan kepada presiden Joko Widodo. Mereka berangkat dari sejak Sabtu (14/2) lalu.

"Kami berangkat ke Jakarta untuk mencari keadilan kepada Pak Presiden Joko Widodo (Jokowi)," kata Suparti (35) saat melintasi Jalan Raya Surabaya-Semarang, tepatnya di wilayah Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Kamis (20/2).

Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes warga Desa Sumberagung dan meminta kepada pemerintah daerah maupun pusat agar mencabut izin usaha pertambangan (IUP) emas, PT Bumi Sukses Indo (BSI) dan PT Damai Sukses Indo (DSI). Pasalnya, beroperasinya tambang emas tersebut, berdampak buruk terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.

"Hancur semua mas sejak ada tambang emas itu, karena terjadi banjir dan tanah longsor," ungkapnya.

Sebelum menuju ke Jakarta, puluhan warga tersebut sudah menyampaikan aspirasinya kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Surabaya. Namun, pada saat itu pemimpin Jatim tersebut sedang ada kegiatan di luar daerah sehingga tidak bisa menemui warga.

Akhirnya warga hanya ditemui Kepala Dinas ESDM Jatim Setiajit. Dalam pertemuan itu, warga masih belum puas dengan solusi yang ditawarkan oleh pemerintah provinsi. Hingga akhirnya puluhan warga Banyuwangi itu memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

"Tidak ada solusi yang tepat bahkan Ibu Gubernur Khofifah saja tidak menemui kami, ketika masyarakat Sumberagung mengadukan nasibnya," ungkapnya.

Selain itu, area tambang emas yang sekarang di eksploitasi merupakan tempat bagi masyarakat sekitar untuk berlindung dari ancaman gelombang tsunami. Namun sejak keberadaan tambang itu mereka khawatir mencari tempat berlindung.

"Beberapa tahun yang lalu terjadi tsunami masyarakat selamat karena menyelamatkan diri ke lokasi yang saat ini dijadikan pertambangan," pungkasnya. (gun/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...