Rabu, 02 Desember 2020 03:40

Sisa Cerita Bentrok Bonek dan Arema: Total Kerugian Rp 254 Juta, Ada yang Ikhlas Dagangannya Dijarah

Kamis, 20 Februari 2020 13:37 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Sisa Cerita Bentrok Bonek dan Arema: Total Kerugian Rp 254 Juta, Ada yang Ikhlas Dagangannya Dijarah
Hakim Sisworo, Kepala Kesbangpol dan PBD Kota Blitar.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Bentrok supporter bola di Kota Blitar saat laga antara Persebaya Vs Arema FC dalam semifinal Piala Gubernur 2020 menyisakan cerita. Pemerintah Kota Blitar melalui Kesbangpol dan PBD telah merinci total kerugian akibat kerusuhan massa supporter antara Bonek dan Aremania itu.

Kepala Kesbangpol dan PBD Kota Blitar Hakim Sisworo mengatakan, estimasi kerugian akibat kejadian tersebut mencapai Rp 254 juta.

Rinciannya mencakup 6 orang korban luka-luka, 13 kendaraan roda dua rusak ringan hingga berat, satu kendaraan roda empat dengan jenis kerusakan kaca pecah dan laptop yang ada di dalamnya raib.

Kemudian, kerugian barang dagangan milik toko dan warung dijarah total ada 8. Empat rumah rusak ringan, serta enam hektare areal persawahan milik 25 orang rusak mulai ringan hingga parah.

"Hasil pendataan sudah masuk semua. Ada beberapa warung maupun toko yang terdampak. Motor terbakar dan rusak termasuk mobil kemudian lahan persawahan. Nilai kerugian sekitar Rp 254 juta," jelas Hakim Sisworo, Kamis (20/2/2020).

(Salah satu petak sawah tampak porak poranda usai dilewati supporter yang mencari jalan untuk menuju Stadion Soepriadi Kota Blitar)

Meski begitu, kata Hakim, ada pemilik warung yang mengikhlaskan barang dagangannya dan tidak menuntut ganti rugi. Mereka rata-rata merupakan pemilik warung yang barang dagangannya dimakan oleh para supporter, namun tidak dibayar.

"Iya, ada juga yang mengikhlaskan gak minta ganti rugi. Meraka yang mengikhlaskan ini adalah warung yang barang dagangannya dimakan oleh supporter namun tidak dibayar," imbuh Hakim Sisworo.

Pertandingan semifinal Piala Gubernur 2020 mempertemukan Persebaya dan Arema FC. Derbi Jatim itu dimenangkan Persebaya dengan skor 4-2. Semula pertandingan digelar di Stadion Kanjuruhan Malang. Namun akhirnya digeser ke Stadion Soepriadi Kota Blitar.

Pemindahan venue pertandingan ke Kota Blitar ini karena pertimbangan keamanan dan kondusivitas wilayah, sesuai keputusan Polda Jatim. Selain pemindahan, untuk memastikan keamanan, jalannya pertandingan juga digelar tanpa penonton.

Kerusuhan disusul bentrok antar massa suporter pendukung dua kesebelasan pecah setelah mereka memaksa merangsek masuk mendekat ke stadion. Pihak keamanan sebenarnya telah menyiapkan pengamanan sistem ring. Ada tiga ring untuk melokalisir massa suporter.

Hal ini rupanya justru memancing massa suporter dari kedua kubu baik Bonek maupun Aremania berkeliling mencari jalan untuk semakin mendekat ke Stadion Soepriadi. Saat berkeliling inilah kedua kubu suporter tak sengaja bertemu hingga menyebabkan bentrok.

(Salah satu titik bentrokan di pertigaan antara Jalan Kalibrantas dan Jalan Kapuas. Tampak sejumlah motor hangus diduga dibakar oknum supporter)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...