Tim Viu Shorts saat menemui Wali Kota Batu, Selasa (11/2) di Ruang Rapat walikota Balai Kota Among Tani.
“Ada tiga mentor yang mendampingi mereka. Mentor sekadar mengarahkan. Sedangkan anak-anak muda yang mengerjakan filmnya,” paparnya.
Dikonfirmasi terkait pembuatan film ini, Dirmawan Hatta, sang sutradara mengatakan, selama beberapa hari ke depan anak-anak muda asal Kota Batu akan menggarap film pendek ini di kawasan Pura Luhur Giri Arjuna, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
“Sebelum memutuskan membuat film, para anak muda yang sebagian besar duduk di bangku SMA ini memilih sendiri tema besar yang akan mereka kerjakan,” katanya.
Selanjutnya, kata dia, para anak muda Kota Batu ini mengidentifikasi mitos lalu dikembangkan menjadi skenario. Tidak hanya itu, yang memutuskan pilihan tempat dan aktor, hingga pembuatan skrip adalah anak-anak yang berjumlah 25 orang. “Skrip dan pemainnya juga anak-anak.
Rencananya film ini akan tayang Mei mendatang. Melihat perkembangan perfilman saat ini, Indonesia memiliki potensi yang penting dalam industri perfilman. Posisi Indonesia yang berada di antara dua samudera dan dua benua merupakan lokasi strategis untuk pemasaran,“ tuturnya. (asa/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




