Rabu, 08 April 2020 03:04

Penghasilan Sehari-hari Hanya Rp 30 ribu, Tetap Berjuang Merawat Dua Anaknya yang Disabilitas

Kamis, 06 Februari 2020 14:45 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muhammad Hatta
Penghasilan Sehari-hari Hanya Rp 30 ribu, Tetap Berjuang Merawat Dua Anaknya yang Disabilitas
Aktivitas sehari-sehari Muhammad dihabiskan di tempat tidurnya berupa cor-coran beralaskan perlak.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Muhammad (30) dan Yani (25), warga Dusun Krajan, Desa Karang Paiton, Kecamatan Ledokombo, Jember, Jawa Timur, puluhan tahun hidup di atas tempat tidurnya berupa cor-coran berukuran 1x1,5 meter. Hal ini harus dijalani, lantaran mereka merupakan penyandang disabilitas.

Sedangkan orang tuanya, merupakan buruh tani dengan penghasilan pas-pasan. Meski demikian, baik sang ibu maupun kakak dan adik-adiknya, saling bahu membahu merawat Muhammad dan Yani dengan baik.

Perhatian warga sekitar pun baik. Para tetangga sekitar juga saling membantu meski semampunya.

"Ini kebetulan ibu saya (Iyah) sedang kerja ke sawah. Biasanya Dzuhur pulang untuk merawat Muhammad dan Yani," kata kakak pertamanya Siti Fadilah, Kamis (6/2/2020) siang.

Untuk penghasilan sebagai buruh tani, diakui Siti, hanya cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Per hari, ibu saya ataupun suami yang sama-sama buruh tani, penghasilannya kurang lebih Rp 30 ribu. Kalau kerja sampai sore sampek Rp 45 ribu. Tapi itu pun hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Siti mengatakan, jikalau ada bantuan, biasanya sembako dari tetangga, ataupun kalau tidak dari orang yang tiba-tiba datang ke rumah. "Tahunya ya dari orang-orang itu, mulut ke mulut. Tapi bantuannya sembako saja," ungkapnya.

Siti berharap, ada bantuan lebih yakni untuk membangunkan tempat yang layak bagi adik-adiknya itu. "Saya ingin agar mungkin ada yang bisa bantu untuk membangunkan tempat pembaringannya yang lebih layak. Karena kami hanya semampunya itu yang bisa dilakukan," ujarnya.

Terkait bantuan pemerintah, Siti mengungkapkan, sekali atau dua kali per tahun, ada sembako dari pemerintah. "Ya hanya itu yang kita dapat. Selebihnya tidak ada. Kita berharap ada yang berkenan membantu semisal membangunkan tempat tidurnya agar lebih layak, dan rumah ibu ini. Karena kondisinya pengap," keluhya.

Senada dengan yang disampaikan Siti, tetangga dekat Muhammad dan Yani, yakni Halimatus mengatakan, dirinya bersama tetangga yang lain tahu akan kondisi Muhammad dan Yani.

"Dulu keduanya itu dirawat oleh neneknya di Desa Sukosari. Terus neneknya meninggal, sekarang di rawat di sini (Desa Karang Paiton)," katanya.

Sementara itu Sulis, tetangga dekatnya yang lain, mengungkapkan jika keluarga Muhammad dan Yani tertutup.

"Mungkin karena malu, juga setiap harinya situasi di rumah tertutup. Karena kan kerja semua (sebagai buruh tani), termasuk suami Siti Fadilah," katanya.

(Salah satu tetangga Muhammad dan Yani saat dimintai keterangan)

Namun meski demikian, para tetangga dan warga sekitar juga turut membantu. "Tapi semampu kami. Jika ada kelebihan, ya bantu ngasih sembako itu ataupun camilan. Kalau tidak ya sudah hanya turut prihatin. Kasihan dengan kondisinya. Apalagi hanya di dalam kamar pengap itu saja," ungkapnya. (ata/yud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...