Senin, 24 Februari 2020 19:04

​Kandang Bebek di Tengah Pemukiman, Ini Respons Dinas Peternakan Bangkalan

Jumat, 17 Januari 2020 14:57 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Ahmad Fauzi
​Kandang Bebek di Tengah Pemukiman, Ini Respons Dinas Peternakan Bangkalan
Drh. Silvia Yulianti, Kasi Budidaya Produksi dan Ternak Dinas Peternakan ketika melakukan pengecekan kandang bebek yang berada di permukiman.

BANGKALAN, BANGSAONELINE.com - Dinas Peternakan Bangkalan merespons keluhan warga dengan melakukan pengecekan ke kandang bebek di Kampung Blandung, Desa Artajasah yang berada di tengah-tengah permukiman warga, Jumat (17/01).

"Saya perintahkan tim untuk mengecek keberadaan kandang tersebut, yang sudah ramai beredar di media," kata Kepala Dinas Peternakan Ahmad Hafid melalui aplikasi percakapan WhatsApp.

Ia mengungkapkan, selama di lokasi tim dari Dinas Peternakan melakukan pemeriksaan terhadap keadaan kandang bebek, kondisi bebek, kotoran, termasuk sistem drainase, serta meminta keterangan dari beberapa warga sekitar.

Drh. Silvia Yulianti, Kasi Budidaya Produksi dan Ternak Dinas Peternakan yang ditemui di lokasi menyatakan bahwa kandang tersebut belum memiliki drainase.

"Seharusnya dibangun drainase terlebih dahulu sebelum digunakan kandang tersebut. Kalau tidak ada drainase akan timbul pencemaran lingkungan, selain ada bau yang tidak sedap. Kotorannya harusnya dimasukkan ke paralon dan diteruskan ke saptic tank. Namun kotoran hewan (bebek) tidak berdampak menimbulkan penyakit, hanya sifatnya amonia (bau), tetapi juga bisa mengurangi kekebalan (Imun) tubuh seseorang," jelas Silvia.

Ia menjelaskan, bahwa penempatan kandang seharunya minimal berjarak 250 meter dari pemukiman masyarakat. Karena jika berada di tengah-tengah permukiman seperti itu akan mengganggu warga sekitar.

Sementara Kepala Desa Martajasah Rahmad Rasidi membenarkan kalau pemilik kandang bebek belum pernah meminta izin atas pendirian kandang tersebut. 

"Sebagai kepala desa saya berharap pemerintah sering memberikan sosialisasi atau penyuluhan ke desa-desa agar mereka paham, harus berapa ekor yang harus berizin. Ke depan saya minta ke dinas agar dapat membina kepada usaha kecil, karena ini bagian dari ekonomi kecil dan orang bawah yang tidak paham peraturan, sehingga tidak terjadi seperti ini," harap Rahmad.

Sementara pemilik kandang bebek Suhadi membenarkan dirinya belum mengurus izin. Ia mengaku baru dua bulan yang lalu beternak bebek. Dia berjanji akan memindah tempat beternaknya dan akan mengurus perizinan. (uzi/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 24 Februari 2020 14:06 WIB
Oleh : Firman Syah Ali*Pertama Kali saya berjumpa Habib Ahmad Bin Ismail Alaydrus pada tahun 2016 lalu di Majelis Ratib beliau di Kawasan Tapos Bogor. Waktu itu saya hadir Maulid Akbar diajak oleh kakak ipar beliau, Habib Usman Arsal Alhabsyi Jakarta...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...