Bupati Fadeli saat menggendong Meilani Alfira Damayanti.
Selain itu, Fadeli juga berharap orang tua pasien sabar dalam menghadapi ujian ini. "Saya yakin dokter juga sudah bekerja maksimal setiap saat dipantau perkembangan berikutnya dan ternyata juga tambah baik secepatnya," ungkapnya.
Dengan adanya peristiwa gizi buruk yang menimpa salah satu warga Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan ini, bupati mengintruksikan kepada jajaran agar terus berupaya mendata jumlah anak penderita gizi buruk. Sehingga penderita bisa cepat ditangani.
"Kalau anak Alfira ini sudah terlambat ditangani. Makanya saya perintahkan pak camat, bapak kepala dinas kesehatan dan puskesmas agar terus berkeliling mencari anak-anak yang menderita kekurangan gizi biar diobati dan jangan sampai hal ini terulang kembali," ungkapnya.
Sementara Dinas Kesehatan Lamongan mencatat jumlah balita atau anak yang menderita gizi buruk berjumlah 230 anak atau 0,34 persen. Angka ini, jauh dibawa 1 persen dari provinsi Jatim.
"Memang penderita gizi buruk jauh di bawah provinsi. Tapi saya minta ini terus diturunkan jangan sampai nambah. Kalau ada yang menderita saya minta keluarga agar melaporkan kejadian ini ke puskesmas sehingga ini bisa ditindaklanjuti oleh rumah sakit dan ditangani," ungkapnya
Dalam kunjungannya, Bupati didampingi Wabup Kartika Hidayati, Sekda Yuhronur Effendi, serta unsur Forkompimda Lamongan. Rombongan bupati disambut Direktur RSUD dr. Soegiri, dr Chaidir Annas yang juga memberikan beberapa bingkisan bagi balita pasangan suami istri dari keluarga tidak mampu Dwi Novita (29) dan Suwarsono. (qom/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




