Sabtu, 11 Juli 2020 11:56

Dinsos Gresik Bagi-Bagi Gerobak Usaha Pada Gepeng

Senin, 15 Desember 2014 18:43 WIB
Editor: Revol
Wartawan: Syuhud
Dinsos Gresik Bagi-Bagi Gerobak Usaha Pada Gepeng
Kepala Bidang Pemberdayaan Dinsos, Munir saat menyerahkan bantuan gerobak. foto: syuhud/harian bangsa

GRESIK (BangsaOnline) - Pemkab Gresik berupaya keras mengatasi pekat (penyakit masyarakat) berupa gepeng (gelandangan dan pengemis). Salah satu caranya, dengan mendidik mereka agar berwirausaha. Tadi siang (15/12/2014), bertempat di kantor Balaidesa Sukomulyo, Dinsos (Dinas Sosial) memberikan bantuan gerobak dorong untuk usaha kepada masyarakat eks gepeng di perkampungan Sekarsari Desa Sukomulyo Kecamatan Manyar. Ada 10 unit gerobak dorong yang diberikan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Munir.

Menurut Kepala Desa Sukomulyo, Subianto, rata-rata eks gepeng penerima bantuan berasal dari satu kawasan, yaitu Sekarsari Desa Sukomulyo Manyar. Kawasan ini terkenal dengan kawasan relokasi gepeng oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur pada tahun 1982 lalu. Dulunya, tempat ini terdiri dari barak-barak. Saat ini disana, ada sekitar 300 KK (kepala keluarga) yang hidup di perkampungan tersebut.

"Saya berharap dengan bantuan gerobak usaha itu para eks gepeng bisa hidup lebih mandiri," harapnya.

Sumirah (42), salah satu eks gepeng mengaku senang menerima gerobak dorong gratis dari pemerintah. Dia berjanji tidak akan mengemis dan menggelandang lagi. Gerobak itu akan dia manfaatkan untuk berjualan kupang lontong.

"Saya akan berjualan kupang lontong sesuai resep warisan orang tua saya," kata perempuan yang menghidupi 12 orang anak tersebut.

Selain Sumirah, beberapa perempuan lain yang juga menerima gerobak dorong gratis ini mengatakan akan berjualan makanan. Ada yang menyatakan akan berjualan pentol, berjualan jus buah, berjualan gorengan dan berjualan nasi. Mereka tampak optimis ingin merubah hidup lebih baik dan tidak menjalani hidup di jalanan sebagai gepeng.

"Semoga dengan gerobak dorong ini jualan saya semakin sukses," ujar Siti Arofah (30) yang sudah memulai berjualan gorengan di sekitar rumahnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Dinsos Pemkab Gresik, Munir menyatakan, kegiatan ini sebenarnya adalah kelanjutan dari program pelatihan tataboga yang sudah dilaksanakan pada tahun 2013 lalu. Peserta pelatihan tataboga se-tahun yang lalu itu adalah para gepeng yang dirazia di jalanan oleh Dinas Sosial Gresik.

Para gepeng itu ketika disidik, rata-rata menyatakan menjadi gelandangan dan pengemis karena terpaksa. Para gepeng itu mengaku mengemis karena tidak ada yang bisa menajamin mereka bisa makan.

"Pemberian bantuan gerobak dorong itu setidaknya bisa merubah paradigma mereka kalau ingin makan tidak harus dari hasil meminta-minta, tapi kalau mereka mau usaha pasti bisa makan," katanya.

Ditambahkan dia, Dinas Sosial Gresik akan intens mengadakan pelatihan tataboga. Kegiatan ini rata-rata diikuti oleh 20 orang gepeng hasil razia. Dari pelatihan yang diberikan, para eks gepeng tertantang untuk memperbaiki kualitas hidup.

"Atas kesungguhan mereka ingin berubah, kami memfasilitasi dengan memberikan gerobak dorong gratis," pungkasnya.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...