Kamis, 02 April 2020 15:52

Musker, LP Maarif Tuban Fokus Tingkatkan Mutu dan Kualitas Lembaga Pendidikan

Minggu, 29 Desember 2019 12:55 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Musker, LP Maarif Tuban Fokus Tingkatkan Mutu dan Kualitas Lembaga Pendidikan
Ketua LP Ma'arif Tuban Nur Khamid saat memberikan sambutan dalam pembukaan musker.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Tuban menggelar musyawarah kerja (musker) bertempat di kompleks Maarif Bumi Manunggal, Minggu (29/12).

Ketua LP Ma'arif Tuban Nur Khamid mengatakan, musker tersebut melibatkan seluruh perwakilan Ma'arif kecamatan, sekolah, serta madrasah di bawah naungan LP Ma'arif. Musker mengambil tema Membangun SDM Unggul yang Religius untuk Tuban yang Lebih Sejahtera.

"Selama ini yang masih kurang kita perbaiki, yang sudah baik kita tingkatkan," kata Nur Khamid.

Menurut Nur Khamid, LP Ma'arif masih harus banyak berbenah dan meningkatkan kualitas lembaganya. Sehingga, kepercayaan masyarakat pada lembaga pendidikan milik NU ini terus meningkat.

"Sekolah dan madrasah di bawah LP Ma'arif harus berjuang keras untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikannya agar menarik minat masyarakat. Jika Ma'arif berkualitas, masyarakat dan lembaga akan dengan senang hati bergabung dengan Ma'arif," ujarnya.

"Kita punya potensi dan sumberdaya. Jika tekad kita kuat, kemauaan kita keras, pasti bisa. Tak ada yang tidak mungkin. Mari benahi diri, pantaskan diri agar pihak lain merasa kita pantas menggandeng mereka," tambah pria yang juga Kepala Dinas Pendidikan Tuban itu.

Sesuai data yang ada, jumah SD/MI di Tuban sebanyak 798, terdiri 561 negeri dan swasta 237 lembaga. SMP/MTs sebanyak 191, yang negeri 55 dan 136 swasta.

Jumlah SMA sebanyak 80 lembaga terdiri dari negeri 22, swasta 58 lembaga. SMK sebanyak 42 lembaga, negeri 9 dan swasta 33 lembaga.

"Total lembaga pendidikan swasta ada 691. Sementara yang masuk Ma'arif baru sekitar 300-an lembaga. Masih banyak yang belum menjadi anggota. Kalau Ma'arif nanti berkualitas dan bermutu, saya yakin akan banyak yang mau bergabung," tandasnya.

Terkait dengan musker, Nur Khamid menambahkan, bertujuan untuk menyusun kegiatan selama satu periode ke depan. "Saya tidak mau selama kepemimpinan saya, keberadaan Ma'arif seperti tidak ada. Jadi Ma'arif harus benar-benar ada dalam arti aktif memberikan sumbangsih dalam pendidikan di Bumi Wali," katanya.

Ada empat komisi yang membidangi mulai SD/MI, MTs/SMP, MA/SMA/SMK, dan komisi Satuan Komunitas Pramuka Ma'arif (Sakoma). Komisi-komisi inilah yang menggodok rencana kegiatan dalam musker ini.

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Akhmad Zaini yang membuka musker, meminta agar Ma'arif fokus pada upaya peningkatan kualitas pendidikan dan penataan organisasi agar menjadi lebih maju dan baik.

"Kalau kualitas pendidikan kita bagus bisa melahirkan kemaslahatan," tuturnya.

"Yang sudah di pendidikan semua harus ikhlas untuk mengurus pendidikan. Tidak terlibat terlalu dalam dalam politik, sehingga bisa fokus menata lembaga. Politik itu penting, tapi jangan sampai mengabaikan tugas utamanya ngurus pendidikam. Sekolahnya kosong karena gurunya kampanye. Tidak boleh seperti itu," pesannya. (gun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...