Senin, 30 Maret 2020 20:33

Tafsir Al-Isra' 78: Kurang Baik, Ngimami Shalat Shubuh Baca "Qul Hu"

Sabtu, 28 Desember 2019 13:19 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

78. Aqimi alshshalaata liduluuki alsysyamsi ilaa ghasaqi allayli waqur-aana alfajri inna qur-aana alfajri kaana masyhuudaan.

Laksanakanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh. Sungguh, salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

TAFSIR AKTUAL

Dua tafsiran di atas tidaklah kontradiktif, melainkan saling melengkapi. Para ulama' kemudian mengompromikan dua tafsiran ini menjadi satu kesatuan ibadah yang bagus. Yakni pada shalat shubuh, setelah baca al-fatihah disunnahkan membaca al-qur'an panjang, baik surah atau ayat.

Itulah yang dimaksud "min sunan al-mursalin, thul al-qira'ah". Tradisi nabi-nabi terdahulu yang kemudian dilanjutkan oleh Rasulullah SAW, para sahabat, tabi'in, dan al-salaf al-shalih membaca ayat-ayat atau surah panjang ketika menjadi imam shalat shubuh.

Soal shalatnya nabi-nabi terdahulu, yang jelas mereka shalat dan memerintahkan keluarga dan kaumnya shalat. Maryam:54-55 menuturkan bahwa nabi Isma'il A.S. berbuat begitu. Begitu pula Maryam: 31 menuturkan bahwa nabi Isa ibn Maryam A.S. diperintahkan shalat, bukan menyanyi dengan iringan musik.

Perkara bacaannya tentu kondisional. Yakni bacaan firman suci sesuai era masing-masing. Dan era nabi kita adalah Al-Qur'an. Oleh karena itu, seorang imam shalat shubuh setelah membaca al-fatihah janganlah membaca surat pendek, apalagi super pendek seperti Al-Kafirun, Al-Ikhlas, dan sebangsanya. Selain shubuh, silakan. Bahkan ada yang fanatik membaca dua surat tersebut ketika shalat maghrib. Gak ganti-ganti. Pokoknya maghrib, ya Qul Ya dan Qul Huw. Katanya ada hadisnya, dan dia memedomani apa adanya. Monggo..

Untuk Shubuh, ini bukan masalah sah dan tidak sah, melainkan masalah untung dan rugi. Perkara sah, sudah pasti sah, tapi rugi. Mumpung disaksikan banyak malaikat, maka sayang sekali jika hanya ayat pendek yang dibaca. Banyaknya huruf-huruf Al-Qur'an yang dibaca dan disaksikan malaikat, kemudian diunggah ke hadirat Allah SWT tentu menambah kebajikan dari bacaan Al-Qur'an tersebut.

Untuk itu, sebaiknya jama'ah shubuh jangan terlalu awal waktu. Adzan, sebentar langsung iqamah. Hendaknya diundur sedikit, kira-kira lima belas sampai dua puluh menit setelah adzan. Hal ini untuk memberi kesempatan kepada teman-teman yang karena sesuatu hal terlambat datang ke masjid.

Alasan kedua, karena agama memberi perhargaan lebih pada shalat sunnah dua rakaat qabliyah (sebelum) shubuh, yang oleh al-Hadis diistilahkan "rak'ata al-fajr". Dilakukan setelah masuk waktu shubuh, sebelum melakukan shalat wardlu shubuh. Pahalanya besar dan fadilahnya digambarkan lebih bagus ketimbang dunia seisinya. Shalat sunnah ini dilakukan sedang-sedang saja, tidak berlama-lama.

Dalam madzhab Hanafi ada pendapat yang menunjuk waktu afdlal shalat shubuh malah agak akhir, ishfirar, ramyang-ramyang, langit menguning pertanda matahari siap-siap mulai terbit. Mungkin karena lebih mengakomodir jamaah yang agak terlambat bangun pagi. Pendapat ini kurang populer, meskipun ada juga yang mengamalkan.

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir, Pengasuh Rubrik Tafsir Alquran Aktual HARIAN BANGSA, dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...