Jumat, 28 Februari 2020 15:38

Tujuh Fraksi DPRD Gresik Kompak Tak Setuju Raperda Perubahan Perda RTRW Disahkan

Kamis, 26 Desember 2019 15:43 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Tujuh Fraksi DPRD Gresik Kompak Tak Setuju Raperda Perubahan Perda RTRW Disahkan
Paripurna agenda penyampaian Raperda tahap II, PA, dan pengambilan keputusan fraksi.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Tujuh fraksi DPRD Gresik sepakat tak menyetujui disahkannya rancangan peraturan daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Gresik Tahun 2019 - 2039 sebagai perubahan Perda Nomor 8 Tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Gresik 2010-2030.

Hal ini terungkap dalam paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Ahmad Nurhamim, dengan agenda laporan panitia khusus (Pansus) tahap II, Pendapat Akhir (PA), dan Pengambilan Keputusan dalam paripurna di ruang paripurna DPRD Gresik, Kamis (26/12).

Ketua Pansus I, Hj. Wafiroh Ma'sum (FKB) yang bertanggungjawab atas pembahasan Raperda perubahan RTRW menyatakan, ada sejumlah pertimbangan logis Raperda tersebut tak disetujui.

"Ada sejumlah persyaratan yang tak bisa dipenuhi, di antaranya persetujuan substansi Raperda Tata Ruang Wilayah Kabupaten Gresik menggunakan Peraturan Menteri ATR/BPN No. 8 Tahun 2017 tentang Pedoman Pemberian Persetujuan Substansi Dalam Rangka Penetapan Peraturan Daerah Tentang Rencana Tata Ruang Provinsi dan Rencana Tata Ruang Kabupaten/Kota. Di dalamnya berupa dokumen kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) untuk rekomendasinya belum turun, Badan Informasi Geospasial (BIG), dan juga persyaratan lainnya belum dicukupi dalam pembahasan Ranperda RTRW," paparnya.

Juru bicara F-PDIP Jumanto menyatakan, RTRW Kabupaten dapat ditinjau kembali 1 kali dalam 5 tahun mengacu Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang pada pasal 26 ayat 5.

Jumanto menjelaskan, untuk merubah Perda RTRW harus mengajukan peninjauan kembali RTRW yang mengacu pada Peraturan Menteri ATR/BPN No. 6 Tahun 2017. Selanjutnya, baru lah dilakukan Revisi RTRW Kabupaten Gresik 2019-2039 berdasarkan Peraturan Menteri ATR/BPN No. 1 Tahun 2018.

Setelah melakukan revisi, langkah selanjutnya adalah menyiapkan peraturan daerah kabupaten sebagai legalitas formal sesuai amanat peraturan perundang-undangan (UU No. 26 Tahun 2007).

"Sebagai tindaklanjut pembahasan, Pemerintah Kabupaten Gresik di samping menyampaikan Raperda Perda RTRW kepada DPRD, Pemkab telah mengirimkan KLHS, dan permohonan rekomendasi BIG ke procinsi. Namun sampai dengan pembahasan Raperda, Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk rekomendasinya belum turun, dan juga persyaratan lainnya," tuturnya.

Dalam paripurna itu, tujuh fraksi hanya menyetujui tiga Raperda untuk disahkan dan dikirim ke Gubernur Jatim untuk fasilitasi. Yakni, Raperda tentang Penyelengaraan dan Retribusi Parkir; Raperda tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor; serta Raperda tentang Pencabutan Peraturan Daerah Kabupaten Gresik nomor 31 Tahun 2011 tentang Retribusi Kekayaan Daerah berupa Penggunaan Rumah Susun Sederhana Sewa.

Paripurna yang juga dihadiri Wabup Moh. Qosim, Wakil Ketua DPRD Asluchul Alif, Mujid Riduan, Sekda Andhy Hendro Wijaya, dan Kepala OPD. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 24 Februari 2020 14:06 WIB
Oleh : Firman Syah Ali*Pertama Kali saya berjumpa Habib Ahmad Bin Ismail Alaydrus pada tahun 2016 lalu di Majelis Ratib beliau di Kawasan Tapos Bogor. Waktu itu saya hadir Maulid Akbar diajak oleh kakak ipar beliau, Habib Usman Arsal Alhabsyi Jakarta...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...